<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152</id><updated>2012-02-16T03:07:39.082-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Hikmah'/><category term='Motivasi'/><category term='info'/><category term='Cerpen'/><category term='Non Fiksi'/><category term='About Us'/><category term='Berita'/><title type='text'>FLP Mojokerto</title><subtitle type='html'>Ini adalah tempat maya dari Forum Lingkar Pena (FLP) Mojokerto</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-3100182266989479244</id><published>2009-01-29T05:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T06:02:15.010-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Ah….. Mas Nurani…..</title><content type='html'>Saya mengenal  Nurani Soyomukti dari layar hijau MiRC, pada tahun awal kuliah saya. Untuk mengisi kebosanan sebagai mahasiswa baru yang masih sering blank atas apa yang harus saya lakukan, jadilah jendela ngobrol itu saya jadikan ajang untuk menghilangkan kejenuhan. Awalnya saya pikir Mas Nurani adalah orang yang ‘sama’ dengan saya, tapi kemudian semua berubah ketika Mas Nurani datang ke kosan. Mbak kos saya yang aktivis, terkaget-kaget begitu tahu saya mengenal  Mas Nurani. Saya masih ingat benar apa kata-kata mereka selepas kedatangan Mas Nurani. “Dek Faiza kok bisa kenal Mas Nurani sih? Dari mana? Hati-hati lho Dek, dia itu orang ‘kiri’.” Saya yang memang masih baru sekali terhadap dunia perkampusan, hanya manggut-manggut mendengar kata-kata salah satu mbak kos saya yang memang ‘pejuang’ dari ‘pihak kanan’.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ, saya mulai tahu, bahwa kakak angkatan saya yang selalu menyisir rapi rambutnya dengan belahan tengah yang khas itu, memang not just anordinary man. Di lingkungan kampus namanya sudah seperti nama rektor saja. Siapa sih yang nggak kenal Nurani. Maka itulah, sangat tidak mengherankan sekali bagi saya, ketika ia akhirnya bisa menerbitkan bukunya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;REVOLUSI BOLIVARIAN HUGO CHAVEZ DAN POLITIK RADIKAL&lt;/span&gt;, yang diterbitkan oleh Resist Book kuartal pertama tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa yang ia tulis, tidak jauh-jauh dari apa yang selama ini ia geluti. Dunia Hubungan Internasional dan Sosialisme. Sesuatu yang sepertinya telah menjadi satu bagian besar dalam dirinya. Yang mungkin juga salah satu bentuk perlawanannya terhadap sebuah sistem global yang tak semestinya memaksakan hegemoninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dimulai dari kritik pedas yang ia lontarkan terhadap Francis Fukuyama dan bukunya The End of History and the Last man, yang menyebutkan bahwa kemenangan liberalisme dari semua persaingan tidak hanya berarti berakhirnya masa perang dingin, tapi juga akhir dari sejarah itu sendiri, yaitu titik akhir evolusi ideologi manusia. Universalitas demokrasi liberal barat dianggap sebagai bentuk terakhir dari pemerintahan manusia. Tentu ini adalah suatu hal yang sangat mengusik Mas Nurani yang juga mengacu pada pendapat beberapa tokoh, misalnya saja Jacques Derrida, yang dengan metode dekonstruksinya menyebutkan bahwa apa yang ditulis Fukuyama dalam bukunya itu memperlihatkan adanya kesenjangan dalam sistem pemikiran yang terkandung dalam gagasan Fukuyama. Jika Fukuyama memandang bahwa penerimaan terhadap ideologi liberalisme berhembus sangat kuat dalam angin ‘konsesnsus yang sangat luas’, Derrida justru melihat bahwa liberalisme berada dalam keadaan terkepung. Dapat dilihat dari banyaknya  perlawanan  (pengepungan) terhadap kapitalis itu sendiri. Liberalisme telah menyemai benih  ‘sosialisme’ sebagai alternatif, serta gagasan tentang ‘dunia  lain’ di luar liberalisme. Another world is possible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berawal dari situlah Mas Nurani mulai menjelaskan tentang gerakan-gerakan yang muncul di berbagai belahan dunia untuk menentang hegemoni kapitalis, yang memang terutama muncul dari Amerika Latin. Dimana sejak tahun 1930-an, dimotori oleh Presiden Mexico, Cardenas, yang menasionalisasi perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Venezuela sendiri, yang  menjadi titik tekan dari buku yang ditulisnya, juga  tidak kalah hebat dengan Mexico dalam usaha perlawanannya melawan kapitalisme global yang juga mulai menggerogoti kesejahteraan negaranya. Adalah Mayor Hugo Chavez Frias, instruktur Akademi Militer Nasional yang mengorganisir Pergerakan Bolivarian Revolusioner (Revolutionary Bolivarian Movement—MBR200) di tahun 1992, dengan mengadakan aksi pemogokan rakyat melawan kenaikan harga BBM dan kebijakan pendidikan yang merugikan rakyat dan hanya menjadi agenda kebijakan neoliberal. Gerakan ini gagal. Chavez ditangkap. Namun ia menjadi populer di mata rakyat. Setelah ia bebas, namanya semakin menjulang seiring partainya “Pergerakan untuk Republik Kelima” (The Movement for a Fifth Republic), memenangkan Pemilu di tahun 1998. Pada bulan April 2002, dua bulan setelah Chavez menasionalisasi perusahaan minyak, pemerintahannya dikudeta oleh pihak oposisi yang terdiri dari kaum kapitalis yang disokong Amerika Serikat. Namun, kudeta itu hanya bertahan dua hari saja, karena rakyat masih menginginkan Chavez memimpin mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semenjak kepemimpinan Chavez, Venezuela memang menjadi salah satu momok bagi kapitalis Amerika Serikat. Bukan hanya penolakan mentah-mentah yang kerap kali ia lontarkan tatkala Amerika mengajak ‘bekerjasama’, namun juga kemajuan-kemajuan signifikan yang telah dicapai oleh Venezuela. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa kemandirian Venezuela dan sosialisme yang mengakar di negara tersebut telah mengantarkannya menuju jalan yang lebih baik. Kekayaan minyak yang memang melimpah, digunakan untuk mendanai program-program pengembangan peningkatan kehidupan rakyat. Dalam bidang pendidikan misalnya, program pemberantasan buta huruf telah berhasil mengurangi masyarakat buta huruf berdasar standar PBB. Selain itu juga ada program penciptaan sekolah Bolivarian yang baru, yang memasukkan 1,5 juta rakyat ke sekolah-sekolah gratis. Juga pembangunan Universitas Simon Bolivar, yang membebaskan rakyat Venezuela dari biaya yang melambung untuk dapat masuk perguruan tinggi. Hal yang sama juga terjadi pada aspek-aspek lain, sseperti halnya kesehatan, dan perjuangan pengakuan terhadap hak-hak dan identitas perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lebih dari itu, segala keberhasilan Venezuela dan revolusi Bolivarian yang dilakukan Chavez, Mas Nurani pada bab akhir bukunya mengharap kita, bangsa Indonesia, untuk bisa memetik pelajaran dari apa yang telah dilakukan Venezuela. Mendorong gerakan buruh, pemerintah yang berpihak kepada rakyat, nasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buku yang ditulis Mas Nurani ini memang mungkin bukan tipe buku yang akan habis satu kali baca. Bagi Anda yang memang awam dengan dunia politik internasional, terutama kawasan Amerika Latin, Anda mungkin harus berkali-kali membalik halaman yang telah Anda baca, hanya untuk mereview ulang, Morales itu presiden negara mana sih? Daniel Ortega tadi siapa yah? Juga banyaknya kesalah keredaksionalan dalam buku ini, akan membuat Anda sedikit memicingkan mata, untuk membenarkan kata dan ejaan yang salah dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan akhirnya setelah Anda berhasil merampungkan buku ini, Anda mungkin sama dengan saya yang akhirnya sepakat dengan kata-kata Mbak kos saya tentang Mas Nurani, dia memang ‘orang kiri’. Pembelaan berlebihan terhadap sosialisme akan Anda temukan dengan mudah di halaman-halaman buku setebal 209 lembar ini. Bukannya apa-apa, tapi saya kira terlalu naïf ketika kita mengatakan bahwa, kapitalisme harus ‘dihancurkan’, diganti dengan ‘sosialisme’ yang ‘terbukti’ membawa pencerahan seperti di negara-negara Amerika Latin. Tak ada sistem yang sempurna. Seperti halnya liberalisme yang mengalami pengeroposan bangunan disana-sini, demikian pun sosialisme. Dalam konsep keadilan misalnya. Di halaman 119 buku ini, Anda yang sedang menjabat sebagai anggota Dewan atau paling tidak bercita-cita akan menjabat sebagai anggota Dewan, akan sangat enggan untuk pindah ke Kuba. Pasalnya, gaji Deputi Dewan Rakyat disana tidak boleh melebihi gaji buruh pabrik. Falsafah yang digunakan mengenai hal ini adalah bahwa sosialisme mengajarkan tidak boleh ada pemisahan dan pembedaan antara kerja fisik dan kerja intelektual. Para pekerja pabrik mungkin akan tersenyum lebar, sedangkan Deputi Dewan Rakyat akan menangis berkepanjangan. Keadilan bukanlah seperti timbangan daging semata. Melainkan, penempatan segala sesuatu yang sesuai tempat dan posisinya. Bukan tidak mungkin, jika memang benar terjadi demikian di Kuba, maka bukan lagi kaum buruh yang mengadakan gerakan, tapi gerakan kaum dewan yang akan berevolusi. Sekali lagi, takkan ada sistem yang sempurna di dunia ini. Dan sebuah sistem yang dinyatakan berhasil di suatu negara belum tentu akan berhasil pula jika diterapkan di negara lain. Sosialisme pun lahir dari antitesis liberalis-kapitalis. Dan mungkin yang perlu kita cari sekarang adalah sintesis dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun, di balik itu semua, saya, dan mungkin Anda akan sependapat dengan saya, SALUTO Mas Nurani…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;* Faizatul Hiqmah&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-3100182266989479244?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/3100182266989479244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=3100182266989479244' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/3100182266989479244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/3100182266989479244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2009/01/ah-mas-nurani.html' title='Ah….. Mas Nurani…..'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-3409296410824202022</id><published>2008-06-17T07:06:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T07:15:20.518-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>Beginilah Cara Koran Tempo Menyerang Sastra Islam</title><content type='html'>Karena tulisan ini menarik, yang ditulis oleh &lt;a href="http://www.jonru.net/"&gt;Jonru&lt;/a&gt;, maka kami pikir tidak ada salahnya jika hal ini kami bagi buat pembaca semua. Berikut ini adalah cuplikannya:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;NB: Sebelum membaca tulisan di bawah ini, ada baiknya Anda menyimak dulu &lt;a href="http://jonru.multiply.com/journal/item/559/Hak_Jawab_Jonru_untuk_Koran_Tempo" target="_blank"&gt;latar belakang ceritanya di sini&lt;/a&gt;. Terima kasih &lt;img src="http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Anda yang sudah membaca novel &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Da_Vinci_Code" target="_blank"&gt;The Da Vinci  Code&lt;/a&gt;, pasti familiar dengan seorang tokoh bernama Silas. Dia seorang albino, lugu, taat luar biasa pada jamaahnya (mungkin semacam taqlid buta), tapi ia tak sadar bahwa selama ini ia hanya diperalat oleh sebuah mafia kelas kakap. Dan dapat ditebak, tokoh-tokoh seperti Silas yang muncul di film atau novel, nasibnya selalu sama: mati mengenaskan di tangan orang yang selama ini memperalat dia. Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat di link berikut ini: &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.jonru.net/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang-sastra-islam"&gt;http://www.jonru.net/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang-sastra-islam &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-3409296410824202022?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/3409296410824202022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=3409296410824202022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/3409296410824202022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/3409296410824202022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2008/06/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang.html' title='Beginilah Cara Koran Tempo Menyerang Sastra Islam'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-3642738947020629661</id><published>2008-06-17T04:55:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T04:57:30.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>PUZZLE OF MY LIFE</title><content type='html'>Namaku Diva, aku hanya seorang siswi di SMA Negeri Kasih Bunda yang kebetulan saja merupakan personel dari sebuah band lokal beraliran rock  yang lagi naik daun. Aku seorang vokalis yang merangkap sebagai bassis dalam band itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bandku bernama &lt;i style=""&gt;DeJaVu, &lt;/i&gt;dan memiliki 5 personel. &lt;i style=""&gt;DeJaVu &lt;/i&gt;memiliki dua vokalis, yaitu aku dan Alfa. Gitar dipegang oleh Ferre dan Febri, drum dipegang Gio. Alfa merangkap sebagai keyboardis. Walaupun band kami baru saja 2 tahun berdiri, tapi sudah terkenal. Kami sering mendapat order untuk manggung. Kami berlatih selama 2 kali seminggu. Tapi, kalau kami mendapat orderan, kami akan meningkatkan frekuensi latihan kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Oh ya, aku satu-satuya personel cewek dan masih duduk di bangku SMA. Tapi itu nggak masalah buat aku karena teman-teman band-ku semuanya baik sama aku dan tidak pernah mempermasalahkannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Walaupun aku tergabung dalam sebuah band yang sering manggung di sana-sini, sekolahku tetap berjalan lancar. Bahkan aku masih sempat untuk ikutan beberapa ekskul di sekolahku. Selain itu aku juga masih punya waktu untuk mengikuti bimbel. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Suatu hari &lt;i style=""&gt;DeJaVu&lt;/i&gt; mendapat order manggung di kafe “ Angel’s Wings”. Tentu aja kami semua senang. Honor yang didapat lumayan gede sih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Guys, kita harus latihan lebih sering, biar nanti kita nggak malu-maluin pas kita manggung. Ok!” Alfa menyemangati kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Siii….pppp,” kompak kami menjawab.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Akhirnya tibalah hari yang dinantikan, 9 Oktober. Kami semua menyiapkan segalanya. Ferre, Gio, Alfa, dan Febri menyiapkan kostum mereka dan merias wajah masing-masing. Khusus untuk aku, ada tukang rias sendiri. Walaupun aku cewek, aku nggak pernah bisa dalam urusan make-up dan rias wajah. Aku tuh paling males kalau disuruh pake make – up, paling cuma pake bedak udah cukup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tok…Tok…Tok…“Diva, dah selesai belum?” suara Alfa dari balik pintu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ Bentar, Fa,” jawabku dari dalam.. Beberapa menit kemudian aku telah siap, aku menemui Alfa yang menungguku di depan pintu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Yuk, Fa!” ajakku. Sekilas ia menatapku, kemudian kami keluar menuju halaman, dimana temen – temen kami sudah menunggu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ Duh, Tuan Putri kok lama banget sih?” celetuk Febri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Sorry deh,” ucapku sambil tersenyum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kami semua kemudian berkumpul dan berdoa bersama. Kemudian kami naik mobil yang telah disediakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Div, kamu ikut mobilku aja,” ucap Alfa tepat saat kakiku naik mobil yang mengangkut peralatan kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Nggak Fa, aku disini aja. Mobil kamu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; dah penuh,” aku menolak dengan halus. Aku sungkan kalau harus ikut mobil Alfa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Nggak kok, di jok depan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kosong,” ucap cowok berambut cepak, Ferre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Udah deh Div, kamu ikut sini aja, yuk,” ucap Alfa sedikit memaksa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Mau nggak mau aku ikut Alfa. Aku mengekor Alfa menuju Avanza - nya. Setelah aku masuk, Alfa menghidupkan mesin mobilnya. Alfa melarikan Avanza – nya dengan kecepatan sedang. Ferre, Febri, dan Gio asyik bercanda dan tertawa – tawa. Selama perjalanan aku sibuk memainkan hp-ku. Sesekali Alfa menoleh padaku dengan pandangan heran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Fa, sekarang hari apa?” tiba – tiba aku bertanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Selasa. Memangnya kenapa?” Alfa mengernyitkan keningnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Lho, Diva bukannya hari ini jadwal kamu untuk bimbel?” Febri menimpali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Aku hanya mengangguk,bingung. “ Gimana donk?” tanyaku panik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ketiga cowok di jok belakang saling bertukar pandang dan kemudian mereka menggeleng berbarengan. Sedangkan Alfa membuka dashboardnya dan mencari sesuatu di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Aku hanya memandangi Alfa penuh harap. Kemudian Alfa menyerahkan secarik kertas padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Tolong kamu liat jadwal kita,” ucap Alfa, perhatiannya tertuju lurus ke depan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Aku menerima kertas dari Alfa dan melihatnya dengan seksama. Barangkali ada pemecahan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Karena aku melihatnya untuk diriku sendiri, Alfa memintaku untuk membacanya dengan keras. Setelah aku baca, Alfa terlihat berpikir serius.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“Kita mulai jam 14.30 sampai jam16.45.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Trus kita break sampai jam 20.00. Bener?” Alfa mencoba memastikan. Aku hanya mengangguk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Kita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; bisa cabut pas kita lagi break. Jadi, kamu tetep bisa ikutan bimbel,” saran Alfa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ferre, Febri, dan, Gio mengangguk setuju dan mengiyakan saran dari Alfa. Tapi, aku ragu. Aku bingung. Memang bisa, tapi untuk ke tempat bimbel aku harus pakai apa? Alfa menyadari diriku yang masih kebingungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Aku ntar yang anterin kamu ke tempat bimbel. Nggak boleh nolak,” ucap Alfa menjawab pertanyaan yang berseliweran di kepalaku. Aku langsung menoleh menatapnya heran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Kenapa?” tanya Alfa yang merasa tidak nyaman kutatap seperti itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Kok tahu?” aku balik tanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Tahu apa?” tanya Alfa tidak mengerti. “ Oh.. keliatan kok dari raut muka kamu. It’s written all over your face,” lanjut Alfa sambil nyengir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Aku tercenung mendengar jawaban dari Alfa. Sedetik kemudian aku tertawa kecil menyadari kepolosanku. Akhirnya kami semua menikmati perjalanan kami menuju tempat kami manggung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kami tiba di tujuan tepat pada waktunya. Setelah breafing beberapa menit, kami langsung menuju panggung dan tampil performa selama dua jam lebih. Tibalah saat istirahat. Semuanya terlihat santai karena lelah, kecuali aku dan Alfa yang harus segera cabut ke tempat bimbelku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Fa, beneran nggak papa?” aku masih belum yakin atas saran Alfa tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Bener kok, kamu nggak ngerepotin,” Alfa tersenyum meyakinkan aku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kami berdua kemudian menuju Avanza hitam metalik milik Alfa. Aku merasa canggung banget, abis biasanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; rame – rame. Tapi, sekarang cuma kami berdua yang ada di dalam Avanza ini. Pandangan Alfa lurus ke depan, wajahnya terlihat tenang, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak ada yang berinisiatif untuk memecah keheningan di antara kami. Kami berdua sama – sama berdiam diri, tak ada suara kecuali lagu &lt;i style=""&gt;The Rose&lt;/i&gt; yang disetel oleh Alfa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Thanks banget,” aku buka suara, abis kalau diem terus &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; nggak enak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ For what?” Alfa menoleh sekilas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Everything,” jawabku singkat. Alfa tersenyum dan mengangguk. Suasanapun mencair, tidak tegang seperti tadi. Kami saling bercanda dan tertawa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tiba – tiba Alfa mengerem mobilnya, ia kemudian menatapku sambil tersenyum. Aku bingung kenapa kok dia menghentikan mobilnya. Alfa hanya geleng – geleng kepala melihat wajahku yang penuh dengan sejuta tanda tanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Udah nyampek, Non,” Alfa kemudian angkat bicara. Aku kaget banget, lamgsung aku memandang sekitarku. Oh…. Ya, memang sudah sampai. Aku grogi, aku nggak mau keluar.Aku malu kalau harus keluar dengan penampilan kayak gini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kostumku semuanya hitam, dari baju, celana, sampai sepatu pun juga hitam. Belum lagi ditambah make – up yang ada di wajahku. Bedak yang lumayan tebel, bibirku terlihat basah akibat lipgloss, dan eyeliner warna hitam yang ada di sekitar mataku. Dengan dandanan seperti itu aku tidak terlihat seperti orang yang akan ikut bimbel, tapi lebih mirip orang yang akan manggung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Lagi – lagi Alfa bisa menebak apa yang ada dalam benakku. Ia mencoba meyakinkan aku, dan membujukku agar aku mau masuk tanpa harus berganti baju dulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Nggak bakal keburu kalau kamu ganti baju. Udahlah percaya deh, kamu cantik kok, Div,” Alfa berusaha membesarkan hatiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Percuma cantik kalau saltum,” aku masih ragu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Alfa terus – menerus mencoba mebujukku agar aku mau turun. Akhirnya aku menurut juga. Aku turun dari mobil dan kututupi wajahku dengan bukuku. Alfa berusaha keras agar tawanya tidak meledak melihat gelagatku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Ntar aku jemput kamu, jam 19.25 aku dah nyampek sini,key,” Alfa kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan melambaikan tangannya. Aku mendengar tawanya meledak sesaat setelah ia menutup kaca jendelanya. Aku hanya merengut melihat kepergiannya. Aku merutuk dalam hati, orang lagi bingung malah diketawain. Dasar nggak berperasaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kulangkahkan kakiku dengan ragu – ragu. Aku merasa seolah seluruh mata yang ada disana memandangku dengan pandangan penuh tanya. Sedetik kemudian aku mempercepat langkahku menuju ruanganku. Kubuka pintu perlahan dan melangkah masuk. Awalnya memang berjalan seperti biasa. Tapi setelah aku benar – benar masuk ke dalam ruangan itu, seluruh mata memandang diriku dari atas ke bawah. &lt;i style=""&gt;Sapuan ala Manhattan&lt;/i&gt; ditujukan kepadaku oleh semua orang. Untung saja dari awal aku sudah menutupi wajahku dengan bukuku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sedetik kemudian aku langsung menuju bangku kosong dan langsung duduk bersikap seolah aku nggak peduli. Tapi…mukaku merah banget… Semoga saja nggak diabsen, karena kalau diabsen pasti mereka semua bakalan tahu siapa aku. Duh…aku nggak bisa tenang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Akhirnya, bel pulang berbunyi. &lt;st1:place st="on"&gt;Buru&lt;/st1:place&gt; – buru kurapikan bukuku dan langsung bersiap untuk cabut. Tiba – tiba dari dalam tasku terdengar chorus dari lagu &lt;i style=""&gt;Love Crime. &lt;/i&gt;Aku kaget, langsung kubuka tasku dan mengambil hp-ku yang terus bernyanyi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Halo!” aku setengah berteriak karena gugup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Nggak usah teriak donk, Non,” jawab suara diseberang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Sorry dory mory rasa strawberry pake vanili. Aku nggak bermaksud,” aku merasa nggak enak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Never mind. By the way, kamu masih lama nggak?” tanya Alfa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Tergantung,”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Tergantung apa?” tanya Alfa penasaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Lama nggaknya kamu nelpon aku,” sungutku sebal. Karena dari tadi aku telpon ada beberapa mata yang terus - terusan memandangku. Kenapa sih mereka nggak pulang aja. Biasanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; mereka langsung pulang begitu bimbel selesai. Sebel…sebel…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Ups, ya udah aku tutup ya, kamu cepet kesini,” Alfa menutup telponnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Begitu telpon tertutup, aku langsung melangkah keluar untuk segera menmui Alfa. Dia pasti sudah lama nungguin aku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Diva!” seorang cowok berkacamata menarik tasku. Hhh…lagi – lagi halangan untuk segera kabur. Aku menghentikan langkahku, tapi aku tetap menatap pintu yang ada di depanku. Aku nggak berani menoleh sedikitpun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“Div, kamu ngapain kok pake baju kayak gini?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanya Vicky, Si kacamata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ It’s none of your business. Sorry,” aku berkata pelan. Di ruangan itu hanya ada 4 orang, semuanya sudah pulang. Aku, Vicky, Jo, dan Galih. Praktis, di ruangan itu aku cewek sendirian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kini, Vicky telah ada di depanku. Dia melihatku dari atas ke bawah kembali ke atas lagi. Kenapa sih semua orang hari ini memberiku &lt;i style=""&gt;Sapuan ala &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Manhattan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“Vick, sorry I have to go,” aku sudah nggak tahan lagi, aku pengen cepet kabur dari tempat ini. Please, somebody help me…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Kamu mau nggak nonton konser &lt;i style=""&gt;DeJaVu&lt;/i&gt; sama aku?” Vicky berkata datar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Deg! Walaupun nada suaranya datar, hal itu cukup membuat aku makin gugup. Aku takut ketahuan. Semoga dia nggak jadi nonton.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Sorry, aku nggak bisa,” &lt;i style=""&gt;karena akulah yang manggung&lt;/i&gt;, aku menambahkan dalam hati. Aku langsung melangkah keluar. Tepatnya berlari kecil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Aku langsung menghampiri Avanza hitam metalik. Aku tak perduli dengan ketiga cowok itu yang memandangku heran. Aku langsung masuk kedalam. Alfa memandangku cemas, ia menyodorkan botol mineral.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Thanks,” aku berterima kasih pada Alfa. Ia hanya mengangguk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Aku melihat keluar dari kaca jendela. Ternyata ketiga cowok itu masih memandang ke arah tempat kami berada. Mereka terlihat heran. Tapi, aku tak ambil pusing, yang penting aku sudah bisa kabur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“Yuk, Fa,” ajakku pada Alfa agar segera menjalankan mobilnya. Fiuu..hh leganya..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Guys, ternyata waktu cepat berlalu. Sebagai penutup acara kita dengarkan lagu terakhir dari &lt;i style=""&gt;De Ja Vu &lt;/i&gt;dengan &lt;i style=""&gt;Con Lo Bien Que Te Ves,” &lt;/i&gt;suara MC mempersilahkan kami untuk menyanyikan lagu penutup. Terdengar applaus yang meriah dari penonton.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tepat jam 21.00 acara selesai. Kami berhigh–five di belakang panggung. Capeknya…tapi, aku puas dengan penampilan kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ Minum dulu,” aku menyodorkan botol mineral dan sapu tangan kepada Afa yang terlihat kecapekan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Fa, aku pulang dulu ya. Aku harus istirahat, besok &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; aku sekolah,” aku pamit pada Alfa yang sedang meneguk minumannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Sama siapa?” tanya Alfa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Bareng Febri. Rumah kami &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; deket,” jawabku enteng.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Naik Satria?” tanya Alfa lagi. Kok aku diinterogasi ya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Aku hanya mengangguk lalu melangkah pergi. Emangnya aku teroris apa? Pake diinterogasi segala? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Diva! Aku anterin kamu,” teriak Alfa lalu menyambar jaketnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Nggak, rumah kamu ama rumahku &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; nggak sejalur. Ntar kamu bolak – balik, aku nggak mau ngerepotin kamu,” tolakku halus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Nggak boleh!” Alfa maksa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Aku lagi pengen naik motor,” aku keukeuh dengan pendirianku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Stop. Pasangan serasi kok bertengkar? Nggak boleh tuh,” tiba –tiba Febri nyeletuk. Kontan, aku dan Alfa menoleh ke arahnya. Dan kami berdua memeletkan lidah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“ Enak aja pasangan serasi!” sungut kami bersamaan. Menyadari hal itu, kami tiba tiba terdiam. Mukaku merah banget.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ Pokoknya aku anterin kamu. Dah jangan bawel,” ucap Alfa setengah memaksa. Ia langsung ngeloyor sebelum aku sempat membuka mulut untuk membalasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Mau pulang aja kok mesti repot. Hhhh…SEBEL.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;“ Hai…kok ngelamun sendirian, ntar kesambet loh,” Alfa mengagetkanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;“Eh..kamu lagi. Kalo punya hobby tuh yang bagusan dikit kenapa sih? Hobby kok ngagetin orang? Dasar cowok aneh,” aku berakting sebal. Alfa hanya tertawa kecil dan langsung duduk di sebelahku tanpa permisi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;“Aku tadi teringat kejadian 3 tahun yang lalu. Ternyata &lt;i style=""&gt;DeJaVu &lt;/i&gt;masih bertahan sampai 5 tahun. Semoga saja bisa bertahun – tahun lagi,” kataku menerawang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;“ Doo…rrr!!” Alfa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ngagetin aku lagi, ia langsung kabur. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;“ ALFA!!! DASAR COWOK ANEH!!!” teriakku sambil memburunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;*********&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dhiya An Nazhifah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-3642738947020629661?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/3642738947020629661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=3642738947020629661' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/3642738947020629661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/3642738947020629661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2008/06/puzzle-of-my-life.html' title='PUZZLE OF MY LIFE'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-1432259663389943238</id><published>2008-02-28T06:33:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T06:44:14.610-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Non Fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Sukses Memotifasi Sukses</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( Oleh : Vi El-Huda )*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dewasa ini, dunia seakan-akan sedang di guncang berbagai permasalahan yang seolah makin mencekik leher bumi. Di tambah lagi dengan persoalan-persoalan sepele yang makin membesar akibat ulah-ulah tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Lantas bagaimana mungkin manusia mampu bertahan hidup? Ataukah manusia itu sendiri yang dengan ketidaksadarannya menciptakan lubang kematian? Nah kini bagaimankah menghidupkan kembali kehidupan yang sekarat dan baying-bayang kehancuran seakan menari-nari di pelupuk mata?&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bermula dari istilah “manusia modern”&lt;br /&gt; &lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Seorang sejarawan dan budayawan, Kuntowijoyo mengatakan bahwa saat ini manusia tengah menghadapi bermacam-macam persoalan yang benar-benar membutuhkan pemecahan segera. Situasi yang penuh problematika di dunia modern umumnya disebabkan oleh pemikiran manusia itu sendiri. Di balik kemajuan ilmu dan teknologi, dunia modern sesungguhnya menyimpan suatu potensi yang dapat menghancurkan martabat manusia. Umat manusia telah berhasil mengorganisasikan ekonomi, menata struktur politik, serta membangun peradaban yang maju untuk dirinya sendiri. Tetapi pada saat yang sama, kita juga melihat bahwa umat manusia telah menjadi tawanan dari hasil-hasil ciptaannya itu. Sejak manusia memasuki zaman modern, yaitu sejak manusia mampu mengembangkan potensi-potensi rasionalnya, mereka memang telah membebaskan diri dari belenggu pemikiran mistis yang irasional dan belenggu pemikiran hukum alam yang sangat mengikat kebebasan manusia. Tapi ternyata di dunia ini manusia tak dapat melepaskan diri dari jenis belenggu lain yaitu penyembahan kepada dirinya sendiri.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kemudian, nilai manusia kini terdegradasi oleh proses bekerjanya teknologi. Ketika manusia masih bekerja dengan tangan, dengan alat-alat yang masih sederhana, manusia menjadi penguasa ; artinya manusia masih menguasai kerjanya sendiri. Tapi kini, ketika manusia menjadi bagian dari logika produksi teknologi modern, ia hanya hanya menjadi elemen mekanisasi, dan elemen otomatisasi teknologi. Ia berubah menjadi sekedar sebuah factor dari mesin, tak lain sebagai bagian dari mesin itu. Karena itulah manusia di zaman modern ini menjadi terbelenggu oleh proses teknologi. Ia teralienasi dari kerjanya sendiri, hasil kerjanya, sesamanya dan dari masyarakatnya.&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Selanjutnya, menurut Nurcholis Madjid, persoalan serius yang tengah di hadapi oleh manusia modern adalah hilangnya hidup bermakna (meaning life). Factor-faktor penyebabnya antara lain, tekanan yang berlebihan dari segi material kehidupan. Kemajuan dan kecanggihan dalam “cara” (baca:teknik) mewujudkan keinginan memenuhi kehidupan material yang merupakan cirri utama zaman modern, ternyata harus ditebus dengan ongkos yang amat mahal, yaitu hilangnya kesadaran akan makna hidup yang mendalam. Definisi “sukses” dalam perbendaharaan kata manusia modern hampir-hampir identik hanya dengan keberhasilan mewujudkan angan-angan dalam kehidupan material. Ukuran “sukses” dan tidak sukses kebanyakan terbatas hanya kepada seberapa jauh orang yang bersangkutan menampilkan dirinya secara lahiriah, dalam kehidupan material.&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pada gilirannya, manusia modern pun mengabaikan “kesuksesan rohaniah”, yang sebenarnya sudah “built in” dalam dirinya. Pengabaian “kesuksesan rohaniah” inilah yang berimplikasi pada kegersangan spiritual. Rector Morehouse College, Georgia, mengatakan bahwa kita memiliki orang-orang terdidik yang jauh lebih banyak sepanjang sejarah. Kita juga memiliki lulusan-lulusan perguruan tinggi yang lebih banyak. Namun, kemanusiaan kita adalah kemanusiaan yang berpenyakit…bukan pengetahuan yang kita butuhkan; kita sudah punya pengetahuan. Akan tetapi kemanusiaan sedang membutuhkan sesuatu yang spritual.&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Nurcholis Madjid menambahkan bahwa kekosongan jiwa ini berakibat pada kehilangan makna hidup. Negara-negara maju di kenal banyak terjangkit “penyakit” bunuh diri. Justru negara-negara yang paling maju adalah yang paling parah terserang penyakit bunuh diri itu, seperti negara-negara skandinavia (denmark, norwegia dan swedia) juga jepang. Mengapa demikian, tidak lain ialah karena kosongnya makna hidup akan membuat orang tidak memiliki rasa harga diri yang kokoh, juga membuatnya tidak tahan terhadap arti penderiataan. Dan penderitaan bukanlah hanya dalam arti kekurangan harta benda. Lebih dari penting lagi ialah penderitaan jiwa karena pengalaman hidup yang tidak sejalan dengan harapan.&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sempurnalah sudah penderitaan akibat ke”modernisasi”an yang membelenggu fikiran dan hati kita. Sesungguhnya kita adalah “korban” modernisasi yang tengah merindukan spirituaitas. Kita memiliki hati tapi kita bukanlah “the knowing heart” (hati yang bermakrifat, meminjam istilah Kabir Helminski). Lantas siapakah sebenarnya kita? Penulis mengutip sebuah ungkapan seorang sufi besar Abd. Al Wahab (1739-1829) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Siapakah kita ini? Siapa yang bisa tahu sebenarnya kita siapa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kadang merasa beruntung, kadang merasa terkutuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kadang mengabdi, kadang merasa bebas abadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kadang mewujud, kadang tanpa wujud. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kadang hati begitu tenang, kadang gelisah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kadang mereka tercerahkan sudah, kadang bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Siapakah kita sebenarnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;“keabadian” itulah dirimu, jawaban apa lagi yang sedang kau cari?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Jelaslah disini bahwa zaman sekarang ini rata-rata manusia sudah merasa tidak mengenal dirinya sendiri. Padahal ketidakjelasan identitas diri akan sangat berpengaruh terhadap cara pandang kita dalam menjalani kehidupan ini. Terlebih lagi apabila kita tidak memahami tujuan kita berada di muka bumi ini, otomatis hidup kita akan berjalan kacau dan berjalan tidak terarah dan bahkan mengikuti arah angin saja. Sebaliknya dengan memahami arah tujuan hidup ini, Insya Allah setiap langkah dan aktivitas kita akan selalu terpandu ke arah tujuan kita tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sebagai seorang muslim/muslimah, Allah telah memberikan dua pedoman sebagai petunjuk (hidayah) kita dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Al qur’an dan hadits telah ada di sekeliling kehidupan kita namun kadang kita dibutakan oleh duniawi sehingga kita tiada pernah menyadari keberadaan kedua pedoman tersebut. padahal jika kita mau menggali makna makna yang terkandung didalamnya Insya Allah seluruh pertanyaan kita di atas akan terjawab. Berikut marilah kita mencoba menyelami hidup untuk menuju kesuksesan yang sesungguhnya kita cari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Mengingat kembali tentang tujuan keberadaan kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Allah SWT telah menjelaskan alasan mengapa kita diciptakan yakni didalam al qur’an surat Adz dzariyat (51) ayat 56 : “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. Dengan demikian jelaslah bahwa Allah SWT sebagai pencipta sekaligus penguasa, memiliki hak untuk mengatur diri kita. Ini berarti, keberadaan manusia di muka bumi ini, siapapun itu, tiada lain dalam rangka beribadah kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pada hakikatnya itu semua untuk kebaikan diri kita sendiri. Namun banyak sekali manusia yang tidak menyadarinya, bahkan ada juga yang tidak peduli apakah perbuatan yang dilakukannya itu mendapat ridha dari Allah atau tidak. Padahal, niat yang ikhlas hanya mengharapkan keridhaan Allah itu adalah kunci kebahagiaan seorang muslim. Tanpa keridahaan-Nya, semua perbuatan kita itu akan tertolak dan mendapat murka-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Jika kita meyakini bahwa tujuan hidup kita adalah menggapai ridha Allah, insya Allah kita akan berusaha agar setiap aktivitas kita selalu diarahkan untuk mendapatkan keridhaan Allah itu. Ada satu hal penting. Walaupun tujuan akhir kita itu diakhirat, bukan berarti kita benar-benar melupakan kehidupan dunia. Bukan pula berarti kita memisahkan urusan dunia dari urusan agama. Justru sebaliknya kita di perintahkan oleh Allah untuk kaffah (menyeluruh) di segala aspek kehidupan dalam menjalankan Islam. Islam bahkan menyuruh kita untuk tawazun (seimbang) dalam hidup, seimbang antara dunia dan akhirat; seimbang antara pemanuhan akal, ruhiyah dan jasad (bahkan … Rasulullah yang berpredikat nabi pun memperhatikan hal ini. Jadi, jelaslah bahwa meski bagaimanapun, kita terikat kepada Allah, pencipta kita. Kita akan kembali pada Nya untuk mempertanggungjawabkan semua aktivitas kita di dunia ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kini coba kita bayangkan ketika kita dililit sebuah permasalahan yang sangat berat, kira-kira bagaimana sikap kita dalam menghadapi permasalah tersebut? mungkinkah kita akan panik, stress, bingung atau kita merasa sebagai orang yang paling sial/malang didunia ini, dan keluhan-keluhan lain akan keluar begitu saja dari lisan kita. Padahal sesungguhnya jika sedang dilanda masalah, keluh kesah dan caci maki bukanlah solusi. Justru tindakan seperti itu akan melahirkan masalah baru yang mungkin akan lebih rumit. Yang terpenting adalah mengubah cara berpikir kita yang negatif menjadi positif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Rasulullah SAW, bersabda, &lt;i&gt;“Menakjubkan keadaan orang-orang beriman, urusan apapun baginya jadi baik dan tidak ada yang demikian itu pada siapapun kecuali pada orang-orang yang beriman. Jika mereka mendapat nikmat, mereka bersyukur, maka yang demikian itu baik baginya. Jika mereka tertimpa keburukan atau musibah, mereka bersabar maka yang itu lebih baik baginya”.&lt;/i&gt; Pernahkah terpikir oleh kita bahw sebenarnya berat atau tidaknya suatu masalah yang kita hadapi bergantung bagaimana cara kita memandang permasalah tersebut. Dan ketika kita mampu mengubah cara pandang kita mengenai permasalah itu, insya Allah, semua itu terasa lebih ringan karena kita menghadapinya dengan kesabaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sesungguhnya, Allah SWT, tidak akan memberikan cobaan melainkan yang sesuai dengan kesanggupan kita, &lt;i&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala yang diusahakannya dan ia mendapat siksa yang dikerjakannya. (mereka berdoa) ‘ya Tuhan kami, janganlah Engkau hokum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.&lt;/i&gt; (Al baqarah, 2:286)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dalam agama Islam, permasalah dalam hidup ini adalah sebagai ujian atas keimanan kita. Jadi, berusahalah untuk memecahkan masalah dengan sebaik-baiknya. Setelah kita melakukan yang terbaik, langkah berikutnya adalah bertawakkal kepada Allah. Jika hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, kita bersyukur pada Nya, Karena pada hakikatnya hasil tersebut terjadi atas izin Allah. Sebaliknya, jika hasilnya tidak sesuai atau gagal, kita akan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah, disertai keyakinan adanya hikmah dari Allah yang dapat kita ambil di balik kejadian itu. Demikianlah untaian nasihat dari tim ILNA (Ilman na’fiaan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Memulai perubahan dari diri sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Mengubah diri dengan sadar, sebenarnya sama dengan mengubah orang lain. Walaupun di tidak mengucap sepatah katapun untuk perubahan itu, perbuatannya sudah menjadi ucapan yang sangat berarti bagi orang lain. Percayalah, kegigihan kita memperbaiki diri akan membuat orang lain melihat dan merasakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Oleh Karena itu, sudah sepatutnya jika kita menanamkan keyakinan dalam diri kita bahwa: &lt;i&gt;“jika saya tidak berubah, maka saya akan celaka” “jika saya tidak mengubah diri saya maka saya tidak akan mengubah apapun atau siapapun”&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;“jika saya tidak mengubah diri saya, berarti saya akan menghancurkan hidup saya”.&lt;/i&gt; Begitulah Aa Gym menuliskan prinsipnya dalam buku Aku Bisa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Selanjutnya beliau menambahi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa kunci yang harus kita miliki adalah, &lt;b&gt;&lt;i&gt;pertama,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; keberanian untuk mengetahui kekurangan diri kita sendiri. Dengan keberanian inilah kita akan lebih mudah dalam mengubah diri. Kata kuncinya ialah keberanian. Berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu mudah. Akan tetapi, tidak setiap orang berani melihat kekurangan diri sendiri. Keberanian seperti inilah sebenarnya yang menjadi milik orang-orang yang akan sukses.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Orang yang berani membuka dan memperbincangkan aib dan kekurangan orang lain itu biasa dan tidak istimewa, Karena hal itu dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki apapun. Akan tetapi jika kita berani melihat kekurangan dalam diri kita sendiri, dan bertanya tentang kekurangan tersebut, lantas kemudian me-manage dan melakukan revolusi (perubahan) itulah yang luar biasa istimewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Tahapan &lt;b&gt;&lt;i&gt;kedua &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;adalah riyadhah atau latihan. Dalam latihan harus ada program yang di jalankan. Contohnya, membuat program harian melenyapkan penyakit hati. Misalnya &lt;i&gt;shaum &lt;/i&gt;dalam berbicara sehari; hanya akan mengatakan hal yang baik dan bermanfaat. Setiap selesai shalat, kembali kita evaluasi lalu bertobat. Dengan begitu kita akan selalu bertemu dengan perbaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sabarlah dalam memperbaiki diri. Sangat mungkin memakan waktu hingga satu bulan, dua bulan bahkan bertahun-tahun. Hal terpenting adalah kita kita tetap istiqamah dalam memperbaiki diri. Marilah kita bangkit dengan membenahi diri kita sebaik mungkin, hingga kir=ta benar-benar dapat mengendalikan diri kita sendiri. Mulailah dari mencoba menahan pandangan dengan menundukkan pandangan. Kemudian latih diri kita dalam menahan pendengaran yang dapat menjauhkan kita dari Allah; menahan mulut, jangan mencela, jangan komentar, dan jangan mengeluh. Tetaplah mengendalikan pendengaran, lisan dan pandangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kalau kita sudah dapat mengendalikan diri dengan baik, insya Allah kita dapat menyelesaikan masalah dimanapun kita berada. Sebenarnya, ketika kita menjadi orangtua yang bermasalah, akan menghancurkan anak-anak kita. Begitupula ketika kita menjadi pemimpin yang bermasalah, akan menghancurkan kantor kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Marilah kita belajar menahan diri memperbaiki oranglain, sebelum kita gigih memperbaiki diri kita sendiri. Why? Karena kesibukan kita memperbaiki oranglain tanpa diiringi dengan memperbaiki diri sendiri, sebenarnya tidak akan mengubah oranglain, karena pribadi kita pun tentunya akan menjadi contoh yang buruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;NAH!, Seperti apakah bentuk kepribadian yang PERFECT?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Disini kita mencoba mengkaji tentang bagaimana kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim dan muslimah? Berikut tips yang diberikan oleh tim ILNA, antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Akidah yang lurus/bersih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Rasulullah menempatkan pembinan akhlaq sebagai prioritas utama. Karena akidah-lah yang akan menentukan pola fikir kita ketika menghadapi permaaslahan sehari-hari. Dalam sebuah rumah akidah diibaratkan dengan pondasi yakni penopang dari bagian-bagian rumah diatasnya, tanpa pondasi yang kuat, sebuah rumah akan mudah roboh hanya dengan sekali tiupan angin. Artinya dengan akidah seorang muslim/muslimah tidak akan mudah terperosok kedalam hal-hal yang tidak diridhai oleh Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Inti dari akidah adalah tauhid, yaitu keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya &lt;i&gt;Rabb &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Illah&lt;/i&gt; manusia. &lt;i&gt;Rabb&lt;/i&gt; berarti pencipta, pemilik, pemelihara, dan penguasa. Sedangkan &lt;i&gt;Illah&lt;/i&gt; berarti sesuatu yang disembah, dipatuhi, dicintai, ditakuti dan mendominasi diri kita. Ketauhidan inilah yang akan dijadikan landasan dalam setiap perilaku kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Ibadah yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Seorang muslim/muslimah akan menjaga keikhlasan dalam ibadah dan melaksanakan ibadah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Kita memahami bahwa ibadah adalah penghubung kita dengan Allah. Oleh karena itu, ketika melakukan ibadah, lakukan dengan ihsan (baik) dan jaga kekhusu’annya, diantaranya dengan memahami arti dari bacaan shalat dan menghadirkan hati (roh) kita ketika melakukan ibadah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Memang, itu sebuah hal yang sangat sulit sekali, bahkan sekaliber sahabat Rasul pun yang namanya khusyu’ dalam shalat sangat sulit dilakukan. Namun, hal yang terpenting adalah proses atau usaha kita dalam menjaga kekhusu’an tersebut. setiap teringat sesuatu ketika shalat, langsung luruskan lagi focus kita kepada shalat. Lakukanlah terus pelurusan niat tersebut setiap terjadi penyimpangan niat dalam melakukan berbagai aktivitas ibadah. Insya Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba Nya dalam meluruskan niatnya semata-mata karena Allah. Dan salah satu tanda seseorang sudah beribadah dengan benar adalah timbulnya ketenangan dalam batin (jiwa) setelah melakukan ibadah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Dalam konsep Islam, setiap perbuatan kita di dunia dapat berubah nilainya menjadi sebuah ibadah ketika perbuatan itu diniatkan dalam rangka mencari keridhaan Allah, asalkan perbuatan itu bukan termasuk perbuatan yang maksiat atau berdosa. Subhanallah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Akhlaq yang kokoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Seorang muslim/muslimah diharapkan juga memiliki akhlaq islami dalam dirinya sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Beberapa contoh akhlaq islami tersebut antara lain : jujur, tidak takabur, memnuhi janji, menjaga lisan (tidak ghibah dll), menjauhi hal0hal yang syubhat dan menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kekuatan jasmani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Seorang muslim/muslimah harus memiliki fisik yang kuat dan segar agar dapat beribadah kepada Allah dan beraktivitas secara optimal. Sebagaimana sabda Rasulullah &lt;i&gt;“Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah”&lt;/i&gt; (HR Muslim) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Keluasan wawasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Bagi seorang muslim/muslimah, ilmu merupakan suatu sarana untuk lebih mendekatkan dirinya kepada Allah. Semakin dalam ilmunya, semakin dalam pula keyakinannya kepada kebesaran Sang pemilik ilmu, yaitu Allah SWT. Dalam beraktivitas ataupun beribadah, hendaklah memahami ilmunya agar tidak terjebak dalam perbuatan yang tidak berniali di mata Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Berjuang melawan hawa nafsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya”&lt;/i&gt; (QS. An Naazi’at&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(79) :40-41)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Selama ini mungkian kita merasa kesulitan mengendalikan hawa nafsu. Why? Karena selama ini pada diri kita terdapat “pelatih” lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak disukai oleh Allah. Siapakah pelatih itu? Dialah syaithan laknatullah, yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita kepada hal-hal yang negatif. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah dalam firman Nya : &lt;i&gt;“Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena syaithan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”.&lt;/i&gt; (QS Al Fathir :6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Dengan demikian jelaslah bahwa sesungguhnya yang harus kita waspadai ternyata adalah diri kita. Kita tidak celaka kecuali oleh diri kita sendiri. Jadi prioritas kita saat ini adalah bersungguh-sungguh mengendalikan diri kita &lt;i&gt;(jihaddun nafs).&lt;/i&gt; Padahal dalam hidup ini kita lebih sering mewaspadai musuh-musuh lahir kita, tanpa punya kesungguhan untuk mengendalikan diri sendiri. Rasulullah bersabda, &lt;i&gt;“Tidak beriman seorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)”.&lt;/i&gt; (HR Hakim) semoga Allah selalu melindungi kita dari hal-hal yang buruk. Amin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;7)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pandai menjaga waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Seorang muslim/muslimah akan senantiasa memperhatikan waktunya agar selalu bermanfaat di hadapan Allah SWT. Mereka berusaha mengelola waktunya agartidak terbuang sia-sia. Rasulullah bersabda bahwa “Ada dua bentuk nikmat yang paling sering diabaikan tanpa disadari, yaitu sehat dan waktu”. Disinilah kita menyadari bahwa satu-satunya hal yang tidak bisa dihentikan adalah waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setiap orang memiliki jatah yang sama yitu 24 jam; orang yang sukses dengan orang yang gagal, begitupun calon ahli surga dan calon ahli neraka. Karena itulah Allah SWT, meletakkan waktu sebagai nilai yang menentukan timbangan kerugian dan keuntungan manusia dalam hidupnya. Seperti yang tercantum dalam surat Al Ashr ayat 1-3: &lt;i&gt;“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling menasehati dalam menaati kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran”.&lt;/i&gt; Surat al ashr diatas memang laksana laut tak bertepi. Setiap kali kita men tadabburi nya, setiap itu pula kita menemukan makna-makna baru yang menuntut kesadaran yang lebih intens dalam soal waktu. Dengan demikian, ingatlah waktu tidak akan terulang untuk kedua kalinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;8)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Teratur dalam suatu urusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Sebaiknya dalam setiap urusan, kita dapat menyelesaikan dengan baik, teratur, professional, sungguh-sungguh, disiplin dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Islam. Kita menghindari proses serabutan atau asal-asalan dalam menjalani hidup karena dalam islam dikenal suatu konsep yang disebut ihsan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Kadang-kadang kita melakukan sesuatu terkesan asal jadi, yang penting terlaksana, tetapi dari segi mutu kurang baik atau pas-pasan. Padahal, Rasulullah telah mencontohkan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bahwa beliau selalu melakukan aktivitasnya dengan upaya yang terbaik supaya hasil yang diperoleh maksimal (itulah ihsan yang dimaksud disini) Insya Allah jika kita sudah berusaha ihsan dalam satu perbuatan, hasil yang akan kita dapatkan akan maksimal juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;9)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;10)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Bermanfaat bagi orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Seorang muslim/muslimah sebaiknya memberikan manfaat bagi orang lain, sebagaimana Rasulullah bersabda, &lt;i&gt;“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.&lt;/i&gt; (HR. Qudhy dari Jabir) mudah kan! Insya Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Dengan pribadi yang sempurna akan memudahkan kita mencapai keinginan yang kita impikan. Insya Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Selanjutnya tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rizki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;“Berapa banyak binatang melata yang tidak sanggup membawa rizkinya (makanan kebutuhannya), Allah lah yang menjamin rizkinya, juga terhadapmu”. (QS. Al Ankabut (29) : 60). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dalam surat al ankabut diatas, jelaslah bahwa seluruh makhluq sudah dijamin rizkinya oleh Allah SWT. Yang tidak dijamin adalah pahala/ganjaran. Ganjaran atau pahala harus kita cari, tetapi rizki sudah menjadi jaminan Allah. Oleh karena itu imam Ibn Abi Ath Thailah dalam kitab Al Hikam menganjurkan agar kita jangan merisaukan apa yang sudah di janjikan Allah kepada kita, tetapi risaukanlah kalau kita lalai terhadap kewajiban-kewajiban yang dibebankan terhadap kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Aa Gym menuturkan bahwa sesungguhnya kewajiban kita yang &lt;b&gt;&lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah husnudzan (berbaik sangka) bahwa Allah adalah Maha Penjamin rizki. Dalam salah satu hadits qudsi, Allah SWT, berfirman : “Aku sesuai dengan prasangka hamba Ku pada Ku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Yang &lt;b&gt;&lt;i&gt;kedua &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;adalah, berikhtiarlah di jalan yang Allah sukai itu. Kalau Allah menyturuh kita jujur, bersikaplah jujur….why not? Dan tidak jarang kita mendengar ungkapan, “cari rejeki tidak jujur saja susah, apalagi kalau jujur?” astaghfirullah. Bukankah pemberi rizki itu Allah? Jujur dari Allah, tidak jujur juga rizki tetap dari Allah. Jadi, tentu saja lebih baik jujur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Beliau juga kembali menyatakan bahwa, ada manusia yang setiap hari mencurahkan tenaga, pikiran dan hatinya hanya untuk ikhtiar. Ada juga yang begitu yakin dengan jaminan Allah. Sementara itu, orang yang beruntung adalah orang yang ikhtiar lahir dengan menggunakan akalnya, dan sikap tawakkalnyapun sempurna. Inilah yang membuat dirinya mencapai jaminan dunia dan akhirat dari Allah &lt;i&gt;Azza&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wa Jalla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Allah Maha Tahu kebutuhan kita, lebih tahu daripada kita sendiri. Oleh karena itu berbahagialah bagi orang yang tidak pernah bergantung pada amal ikhtiarnya. Tubuh bersimbah keringat dan peluh, tetapi seratus persen bertawakkal kepada Allah SWT. Bila kita mencoba untuk sedikit merenungi tentang rizki, maka rizki itu setidaknya ada tiga macam :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pertama :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; yaitu rizki yang dijamin, yaitu penguat tubuh. Adakah di antara pembaca yang pernah tidak makan dua hari saja? Jadi tidak perlu khawatir, sebelum kita mati, rizki kita pasti akan ditemukan. “Tidak ada satupun makhluq yang melata di bumi kecuali dicukupi rizkinya oleh Allah”. (QS. Hud : 6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kedua : &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;rizki yang digantungkan. Penggambarannya kurang lebih begini, rizkimu sudah ditetapkan besarnya. Akan tetapi, harus diperoleh dengan jalan ikhtiar di jalan Allah, maka engkau akan bertemu dengan rizkimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Ketiga :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; rizki yang dijanjikan. Kita punya harta pas-pasan, tetapi kita rajin sedekah, dipakai menyekolahkan anak orang lain atau membayarkan orang yang berhutang, dijamin tidak akan habis karena diatasnya ada curahan rizki dari Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Begitulah ungkapan Aa Gym ketika menyelami permasalahan tentang rizki. Marilah kita sempurnakan ikhtiar dan anggap itu sebagai rizki. Apapun yang Allah tetapkan, biarlah Allah yang menghendaki. Bila sudah terjadi apa yang kita inginkan, jangan pernah menjadi ujub dan takabur, karena kesemuanya hanyalah karunia Allah semata. &lt;i&gt;Wallahu ‘alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dzikir sebagai pengisi kekosongan spiritualitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Secara etimologi, dzikir berasal dari kata (__________________) yang berarti menyebut, mengingat dan peringatan.&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Secara terminology, dzikir adalah mengucapkan berulang-ulang salah satu asma Allah atau kalimat keagunganNya.&lt;a style="" href="#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Menurut Al Ghazali, fungsi dzikir yang paling utama adalah untuk membersihkan hati. Ia mengumpamakan hati (qalb) manusia itu seperti kolam yang didalamnya mengalir berbagai macam jenis air. Tentu saja akan berpengaruh pada eksistensi air kolam itu. Pengaruh-pengaruh yang datang ke dalam hati adakalanya berasal dari luar, yaitu panca indera, dan adakalanya berasal dari dalam, yaitu khayal, syahwat dan akhlaq atau tabiat manusia.&lt;a style="" href="#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Untuk membersihkan “kolam” (hati) tersebut, sarana utamanya adalah dzikir. Bahkan, syaikh Al Haddad mengatakan bahwa dzikir itu bagaikan “&lt;i&gt;raja&lt;/i&gt;” (sulthan) yang dapat menguasai hati dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Beliau menambahkan bahwa, hati yang telah dikuasai oleh dzikir akan menjadi suci dari penyakit dan kotoran hati, seperti &lt;i&gt;kibr, hasad, riya’&lt;/i&gt; dan sifat-sifat lainnya yang merusak. Juga melenyapkan semua khawathir (pikiran-pikiran yang masuk baik terpuji maupun tercela yang bisa bersifat Illahi, spiritual, egosentris, atau setan. Untuk lebih jelasnya lihat &lt;i&gt;Sufi Terminology,&lt;/i&gt; karya Amatullah Armstrong, hlm 114-115)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Apabila ingin memiliki hati yang bercahaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Suci dari segala keruh, maka dawamkan dzikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Tekunlah engkau siang malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dalam setiap keadaan dengan hati dan lisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Bila kau lazimkan dengan penuh kesempurnaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Akan nampak cahaya melebihi matahari dan bulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Ia adalah cahaya yang datangnya langsung dari Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sebagaimana tercantum dalam surah An nuur, mantapkanlah.&lt;a style="" href="#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Adakah pengaruh dzikir dalam kehidupan?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dzikir merupakan salah satu sarana untuk berkomunikasi dan bersilaturrahmi dengan Tuhan. Melalui dzikir, manusia bisa mengangis dan memohon kepada Allah agar dibukakan mata hatinya. Dzikir merupakan upaya umat untuk mendekatkan diri kepada Illahi…upaya untuk bermujahadah atau mendidik nafsu liar. Pasalnya dalam berdzikir, manusia di ajak untuk menyadari hakikat manusia itu yang dulunya tiada menjadi ada, dan kelak akan tiada kembali lantaran kembali kepada Sang Pencipta.&lt;a style="" href="#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dalam kasus Arifin Ilham, dzikir dilakukan dalam rangka membangun pribadi holistic (&lt;i&gt;kaffah&lt;/i&gt;).&lt;a style="" href="#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt; Beliau juga menambahkan bahwa apabila dzikir sudah menyatu dalam pribadi seseorang, maka akan mengantarkannya pada tingkat &lt;i&gt;ma’iyatullah.&lt;/i&gt; Yakni kesadaran ruhani atau kesadaran spiritual bagi setiap diri yang berdzikir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dampak dari pencapaian kesadaran ruhani ini, pada akhirnya akan tumbuh keyakinan bahwa gerak apapun yang terjadi di dalam ini adalah atas kehendak Allah. Bahkan sekecil apapun gerakan itu terjadi tetap dibawah pengetahuan dan tontonan Allah.&lt;a style="" href="#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt; Pandangannya ini diperkuat oleh ayat suci al qur’an surat Saba :3 : &lt;i&gt;“Tiada yang tersembunyi daripada Nya seberat zarrahpun (partikelterkecil) yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tiada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (lauhul mahfudz)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Berikut manfaat dan keistimewaan dari dzikrullah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pertama :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; dzikrullah memberikan keselamatan dunia dan akhirat. Melalui dzikrullah manusia akan selamat dari siksa Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw : &lt;i&gt;“Tidak ada amal yang dapat dilakukan oleh anak adam (manusia) untuk menyelamatkannya dari siksa Allah kecuali berdzikir kepada Allah”&lt;/i&gt; (HR Ibn Abi Syaibah dan Ath Thabrani)&lt;a style="" href="#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kedua :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; dzikrullah memberi ketentraman, hal ini ditegaskan sendiri oleh Allah dalam surat Ar Rad : 28 &lt;i&gt;“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”.&lt;a style="" href="#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Ketiga :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; dzikrullah memberikan keberuntungan atau kesuksesan sejati. Hal ini disebutkan dalam surat Al jum’ah : 10, &lt;i&gt;“Apabila telah ditunaikan shalat (jum’at), maka bertebaranlah kalian di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah (dzikir) banyak-banyak agar kalian beruntung”.&lt;a style="" href="#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Tetapi keberuntungan atau kesuksesan sejati itu akan diperoleh seseorang apabila ia telah mensucikan diri dari lima perkara, antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pertama :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; mensucikan diri dari hawa nafsu. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya nafsu amarah itu selalu mnyuruh kepada keburukan (kejahatan)” QS. Yusuf : 53)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kedua :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; mensucikan diri dari dunia. Dari sini akan muncul sifat-sifat qana’ah, syukur, zuhud, dermawan dan peduli terhadap oranglain. Sesungguhnya dunia ini kecil dan semuanya juga kecil karena yang besar hanya Allah SWT. Semuanya berasal dari Nya dan akan kembali kepada Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Ketiga :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; mensucikan diri dari dosa-dosa. Orang yang banyak berdzikir akan bersih dan suci. Karena dia akan bersegera membuang dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat mencelakakannya, sepertihalnya berbuat maksiat dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Keempat :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; mensucikan (menghindarkan) diri dari godaan dan tipudaya syaithan. Ust. Arifin Ilham mengatakan “Dia yakin bahwa pembelanya (backing)nya adalah Allah Yang Maha Perkasa (al aziz), yang menguasai segala tipudaya yang dapat menghancurkan dirinya. Denga kehendakNya semata, syaithan pun tidak akan dapat masuk dan menggoda orang-orang yang beriman, karena dia senantiasa berdzikir dan beramal shaleh. Itulah janji Allah kepada hambaNya”&lt;a style="" href="#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kelima :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; mensucikan diri dari sifat-sifat tercela atau sifat yang buruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Lantas, Adakah pengaruh dzikir dalam pembentukan pribadi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sesungguhnya melalui dzikir yang dilakukan secara kontinue dan istiqamah akan membentuk pribadi yang utuh dan integralistik. Menurut Arifin Ilham, pribadi seperti ini terbentuk karena dalam diri orang yang berdzikir ada furqan (pembatas/pembeda). Pembeda antara perbuatan yang baik dan benar yang mesti dilakukan dengan perbuatan maksiat, buruk dan tercela yang harus dijauhinya. Mengapa demikian? Karena “puncak dzikir” adalah taqwa. Sementara orang yang bertaqwa sebagaimana janji Allah, dia akan mendapat furqan dan akan dihapuskan dosa-dosanya yang telah lampau.&lt;a style="" href="#_ftn17" name="_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;7&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pada bagian lain, Arifin Ilham mengatakan bahwa dzikir itu pada akhirnya akan membentuk pribadi muslim yang “khas” (special) yang berbeda dengan yang lainnya. Kekhasan-kekhasan yang dimiliki oleh orang-orang yang berdzikir tampak pada hal-hal di bawah ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pertama :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Bicaranya adalah Da’wah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Mengingat pengaruh suara yang besar bagi manusia, maka bagi orang yang berdzikir kepada Allah, suara atau pembicaraannya niscaya mengandung da’wah atau ajakan kepada Allah. Ini konsekuensi logis dari dzikirnya yang kontinue dan konsisten. Tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir yang sudah dibiasakan akan memberikan kekuatan kepadanya berupa kekuatan ruh, batin, spiritual. Jika dalam dirinya kekuatan ruh telah mendominasi, maka semua perbuatannya akan mengarah kepada ketaatan semata. Sehingga akan menutup ruang untuk berbuat maksiat, melakukan tindakan yang sia-sia dan perkataan yang dusta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Arifin Ilham mengatakan bahwa, yang paling urgen bagi orang yang berda’wah itu adalah keteladanan. Tanpa keteladanan, kata-katanya yang disampaikan kepada orang lain hanya akan dianggap sebagai “Tong kosong berbunyi nyaring”. Dalam Al qur’an, ketidaksesuaian perkataan dan perbuatan ini sangat di kecam, bahkan sangat di benci oleh Allah dalam FirmanNya: &lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”&lt;/i&gt; (QS. Al Shaf : 2-3). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kedua :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Diamnya adalah Dzikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Menurut Arifin Ilham, bagi orang yang selalu berdzikir kepada Allah, maka diamnya itu adalah dzikir. Ia merasa rugi, gelisah, tidak nyaman bahkan akan menderita jika dirinya mengosongkan mengingat Allah walau sekejap. Oleh karena itu, dia akan senantiasa bersungguh-sungguh dalam memelihara jiwa, hati, perasaan, perbuatan dan dalam berbicara. Segala bentuk tindakan dan ucapannya, baik dalam diam, berbaring, duduk, berdiri, berjalan, bekerja dan berbicara adalah sebagai menifestasi dzikir kepada Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah : &lt;i&gt;“Sebenarnya dalam penciptaan langit dan bumi sebagai pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi mereka yang berfikir. Mereka yang mengingat Allah ketika berdiri, ketika duduk, dan ketika berbaring, serta merenungkan penciptaan langit dan bumi itu seraya mengatakan, ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”&lt;/i&gt;. (QS. Ali Imran : 190-191)&lt;a style="" href="#_ftn18" name="_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pandangan Arifin Ilham tentang pentingnya diam ini tampaknya sebagai upaya menghindari hal0hal seperti disebutkan oleh Syaikh Al haddad yang mengatakan bahwa, &lt;i&gt;“mulut ini harus digunakan untuk berbicara yang benar, amanah, berkata baik dan lemah lembut. Bicaranya penuh makna, nasihat, menyejukkan, menyadarkan orang lain kepada hal-hal yang baik dan benar”.&lt;a style="" href="#_ftn19" name="_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Hal ini harus benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan oleh orang-orang yang berdzikir. Karena dia sadar dan merasa setiap bisikan hati, gerak gerik dan sekecil apapun perbuatan adalah selalu diperhatikan dan ditatap oleh Allah.&lt;a style="" href="#_ftn20" name="_ftnref20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Ketiga :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Nafasnya adalah Tasbih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Menurut Arifin Ilham, orang yang berdzikir nafasnya adalah tasbih. Dia senantiasa mensucikan diri dalam setiap saat, dimanapun dan dalam keadaan bagaimanapun. Dia tidak mau bernafas bila yang masuk udara kotor/tercemar polusi. Tentu yang dimaksud di sini adalah bahwa dia tidak mau bila pikiran, tindakan dan sikapnya itu kotor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Anjuran Arifin Ilham agar setiap nafas diisi dengan tasbih berdasarkan pada fakta bahwa seluruh ciptaan Allah yang dilangit dan dibumi bertasbih kepada Nya. Al qur’an telah menjelaskan bahwa &lt;i&gt;“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari manusia? Dan banyak di antara manusia yang (tidak menjalankan sujud) telah ditetapkan azab di atasnya…”. &lt;/i&gt;(QS. Al Hajj : 18)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Menurut Muhsin Qira’ati, jika kita menelaah ayat-ayat al qur’an, kita mendapati di dalamnya bahwa Rasulullah diperintahkan untuk bertawakkal sebanyak delapan kali, untuk bersujud dua kali, untuk beristighfar delapan kali, untuk beribadah lima kali, untuk berdzikir lima kali, untuk bertakbir lima kali. Sedangkan perintah untuk bertasbih sebanyak enam belas kali.&lt;a style="" href="#_ftn21" name="_ftnref21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Perintah Allah di atas mengindikasikan betapa pentingnya dzikir subhanallah. Di samping signifikasi konstruksionalnya dalam pemikiran dan perbuatan seseorang yang melaksanakan shalat. Imam Ala sajjad berkata, &lt;i&gt;“Jika seorang hamba mengatakan subhanallah, seluruh malaikat akan bershalawat kepadanya”.&lt;a style="" href="#_ftn22" name="_ftnref22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Keempat :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Matanya adalah Rahmat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Menurut Arifin Ilham, orang yang selalu berdzikir kepada Allah itu, maka matanya menjadi rahmat. Mata rahmat dapat di lihat dari sikap hidupnya. Dari matanya memancar cahaya sayang dan penyayang. Beliau menambahkan, mata rahmat adalah mata yang banyak dipergunakan untuk mensyukuri nikmat Allah. Caranya adalah dengan mempergunakan mata kita untuk membaca Al qur’an, buku ilmu pengetahuan, membaca alam semesta sebagai tanda kebesaran dan keagungan Allah SWT, dan sebagainya. Bila ini kita lakukan dengan sungguh-sungguh, Insya Allah kita menjadi orang-orang yang berilmu dan menguasai IPTEK. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kelima :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Fikirannya selalu &lt;i&gt;Husnudzan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Menurut Arifin Ilham, orang yang selalu berdzikir kepada Allah akan melahirkan pribadi yang berfikir husnudzan (prasangka baik). Baginya dunia itu indah, karena dia selalu berfikir positif (&lt;i&gt;positive thinking&lt;/i&gt;). Orang yang memiliki fikiran seperti inilah yang selamat. Dan sebaliknya, orang yang terbiasa berburuk sangka atau berfikir negatif (&lt;i&gt;negative thinking&lt;/i&gt;) akan mengalami penderitaan.&lt;a style="" href="#_ftn23" name="_ftnref23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Konsekuensi logis dari orang yang berdzikir kepada Allah dapat dilihat ketika sakit dia bersabar, menerima apa adanya dan berfikir positif/berprasangka baik kepada Allah. Dia menimpakan penyakit kepada dirinya, mungkin untuk mengangkat penyakit-penyakit yang ada atau lebih besar lagi. Dengan adanya sakit, dia menyadari bahwa betapa besarnya nilai kesehatan dalam hidup ini. Oleh karena itu, dia senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, hidup sederhana dengan makan yang cukup dan dibutuhkan oleh tubuh.&lt;a style="" href="#_ftn24" name="_ftnref24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Keenam :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Hatinya adalah do’a.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Arifin Ilham mengatakan, bahwa orang yang berdzikir gerakan hatinya adalah do’a. ketika melihat apa saja, ia senantiasa berdoa. Melihat anak kecil, dia berdoa. Melihat orang tua dia berdoa. Setiap melihat kejadian-kejadian dalam kehidupan meupun dalam alam semesta di selalu berdoa. Melihat batu, sungai, laut, alam semesta dan segala wujud ciptaan Allah, dia selalu berdoa.&lt;a style="" href="#_ftn25" name="_ftnref25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Ketujuh :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Tangannya adalah Sedekah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;“Orang yang tidak mementingkan diri sendiri lebih banyak keuntungan dari kehidupan daripada orang yang selalu mementingkan diri sendiri. Walau tampak menguntungkan, sikap egois sesungguhnya merugikan”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; ( Hazrat Inayat Khan )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Orang yang berdzikir tangannya adalah sedekah. Hal ini didorong oleh rasa kecintaannya yang mendalam kepada Allah. Sehingga, sebagai ekspresi cintanya itu yang ada dalam fikirannya adalah keinginan untuk selalu memberi kepada orang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Arifin Ilham mengutip pendapat Imam Suyuthi yang mengatakan, &lt;i&gt;“Bila orang itu bersyukur, yang ada dalam dirinya, dia hanya memberi. Dan bila ada orang yang kurang (tidak) bersyukur, yang ada dirinya, dia hanya meminta”&lt;/i&gt;.&lt;a style="" href="#_ftn26" name="_ftnref26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;6&lt;/span&gt; Ditambahkannya, bagi orang yang berdzikir seharusnya memperhatikan nasib orang lain dan memberikan solusi atau jalan keluar yang terbaik untuk mereka terhadap setiap permasalahan yang timbul. Solusi yang dimaksud antara lain dengan tangannya, dengan fikirannya, dengan hartanya maupun dengan tenaga yang dimilikinya. Dia hentikan hasrat dan kepentingan-kepentingan pribadinya untuk lebih mendahulukan kepentingan orang lain dan demi kepentingan bersama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kedelapan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Kakinya Jihad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Jihad dalam pandangan Arifin Ilham lebih menekankan pada “berjuang dan melawan segala keadaan yang dapat menghalangi dan menghambat keimanan, ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah. Pada saat yang sama, dia senantiasa memburu kebaikan-kebaikan, menegakkan dan berpegang taguh kepada nilai-nilai Ilahiyah dan kemanusiaan (akhlaq) dalam kehidupan sehari-hari. Kesemuanya bermuara kepada mencari keridhaan Allah SWT.&lt;a style="" href="#_ftn27" name="_ftnref27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;7&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Di lain pihak, Arifin Ilham menghubungkan antara cinta dengan jihad. Baginya, jihad besar dan jihad kecil akan terlaksana jika dilandasi oleh perasaan cinta yang mendalam kepada Allah. “Saking cintanya para mujahid itu”. Tandasnya “maka yang ada hanyalah jihad dan jihad! Dia korbankan jiwa raganya di jalan Allah”.&lt;a style="" href="#_ftn28" name="_ftnref28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kesembilan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Kekuatannya pada silaturrahim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Orang yang berdzikir dalam hidupnya senantiasa menjalin hubungan silaturrahmi dengan orang lain. Dia tahu bahwa dalam kehidupan ini, bersikap baik, perilaku baik dan rasa hormat yang diberikan orang lain tidak terbatas hanya kepada orang tua, suami, istri, anak, dan kerabat dekat. Tetapi meluas kepada keluarga besar seiman, bahkan keluarga besar manuasia penghuni bumi dan kepada setiap makhluq Allah.&lt;a style="" href="#_ftn29" name="_ftnref29" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pandangan ini mengindikasikan bahwa silaturrahmi menurut Arifin Ilham, harus tidak lagi terikat oleh hubungan darah, keluarga, kelompok-kelompok tertentu, suku, bangsa, bahasa, budaya, dll. Namun, ikatan yang paling kuat adalah keimanan dan kemanusiaan serta di bentuk atas cinta dan kasih sayang antar sesama manusia dan makhluq Allah lainnya. Hal ini diperjelas dengan hadits Rasulullah SAW : &lt;i&gt;“ Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya, dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia melakukan silaturrahmi”&lt;/i&gt;.&lt;a style="" href="#_ftn30" name="_ftnref30" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;0&lt;/span&gt; (HR. Muttafaqqun Alaih) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kesepuluh :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Silaturrahim dan bisnis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Cukup menarik pandangan Arifin Ilham mengenai adanya kaitan erat antara silaturrahmi dan bisnis. Menurutnya, makna “dilapangkan rizkinya” dalam hadits diatas adalah bahwa melalui hubungan silaturahmi, maka akan terbentuk jalinan baik dengan orang lain atau antar sesama manusia. Adanya peluang-peluang bisnis adalah akibat langsung dari banyaknya hubungan (tali silaturrahmi) dengan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Buah dari suka menjalin tali silaturrahmi semaksimal mungkin dengan orang lain, dengan penuh rasa kasih sayang dan dengan melakukan kebaikan-kebaikan kepadanya adalah Allah akan memberikan rizki dengan tanpa disangka-sangka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kesebelas :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Kerinduannya dengan Syari’at Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Menurut Arifin Ilham, orang yang berdzikir sangat berharap dan sangat merindukan tegaknya syari’at Allah di muka bumi, baik dalam tingkat kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat sekitar di mana dia hidup, negara maupun dalam tingkat dunia internasional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Keduabelas :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt; Kesibukannya Asyik memperbaiki diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Arifin Ilham mengatakan bahwa, orang yang berdzikir kesibukannya yaitu asyik memperbaiki diri. Dia tidak tertarik mencari kekurangan orang lain, apalagi aib orang lain. Sebaliknya, dirinya malah sibuk melakukan muhasabah. Introspeksi ke dalam diri dan sekaligus bergegas untuk melakukan kebaikan-kebaikan dalam setiap kesempatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Mengingat setiap perbuatan baik atau buruk akan menimbulkan efek langsung bagi pelakunya di dunia ini. Sekali lagi Arifin Ilham menggaris bawahi bahwa orang yang berdzikir pastilah menyadari hal ini. Untuk itu, ia akan bersikap arif dan bijak dengan senantiasa sibuk memperbaiki diri, memburu kebaikan-kebaikan dan menyibukkan diri dengan amal ibadah, yakni taat dan bertaqwa kepada Allah SWT.&lt;a style="" href="#_ftn31" name="_ftnref31" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dengan demikian pada dasarnya di dalam diri tiap manusia terdapat kebutuhan spiritual, tidak hanya bagi mereka yang beragama, tetapi juga mereka yang sekuler sekalipun. Dr Howard Clinebell menginventarisasi 10 butir kebutuhan dasar spiritual manusia, antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuhan akan kepercayaan dasar (basic trust) yang senantiasa secara teratur terus menerus diulang guna membangkitkan kesadaran bahwa hidup ini adalah ibadah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuhan akan makna hidup, tujuan hidup dalam membangun hubungan yang selaras, serasi, seimbang dengan Tuhannya (vertical) dan dengan sesama manusia (horizontal) serta alam sekitarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuhan akan komitmen peribadatan dan hubungannya dalam hidup keseharian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuhan akan pengisian keimanan dengan selalu secara teratur mengadakan hubungan dengan Tuhan (vertical)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuhan akan bebas dari rasa bersalah dan berdosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuhan akan peneriman diri dan harga diri (self acceptance dan self esteem)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;7)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuhan akan rasa aman, terjamin dan keselamatan terhadap masa depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;8)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuhan akan dicapainya derajat dan martabat yang semakin tinggi sebagai pribadi yang utuh (integrated personality)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;9)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuhan akan terpeliharanya interaksi dengan alam dan sesama manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;10)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kebutuha akan kehidupan bermasyarakat yang sarat dengan nilai-nilai religiusitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Renungilah sejenak, nasihat dari orang-orang bijak berikut ini, Berhati-hatilah wahai manusia akan tipuan-tipuan duniawi. Sebagai contoh orang-orang bijak telah memperlihatkan bahwa manusia telah tertipu oleh keindahan dunia sehingga mereka secara membabi buta memburu dunia ini. Mereka berkata, orang yang tertipu oleh dunia ini adalah ibarat seseorang yang menggantung dalam sebuah sumur dengan tali yang terikat pada pinggangnya. Dalam kedalaman sumur itu terdapat seekor ularnaga besar yang sedang menunggu kejatuhannya dan sedang membuka mulutnya untuk menelannya. Diatas sumur itu terdapat dua ekor tikus putih dan hitam yang teru menerus menggerogoti tali itu, walaupun orang itu dapat melihat ularnaga itu dan tali yang tergigit perlahan-lahan, ia tetap mendorong dirinya ke arah sedikit madu yang menempel di dinding sumur itu dan bercampur dengan tanah. Sementara ada beberapa ekor lebah yang bertarung untuk mendapatkan madu itu dan bersaing dengan lebah-lebah itu tanpa memperhatikan situasi yang ada diatas dan di bawahnya selama ia dapat merasakan manisnya isapan madu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Gambaran diatas mempresentasikan manusia, sedangkan tali diatas adalah umurnya, ularnaga adalah kematiannya,, dua ekor tikus adalah siang dan malam, madu bercampur tanah adalah kesenangan-kesenangan dunia yang bercampur dengan kesedihan-kesedihan dan dosa serta kawanan lebah adalah anak-anak di dunia ini yang saling berkompetisi untuk mendapat kesenangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pelajaran atau contoh demikian hanya dapat mempengaruhi hati-hati manusia yang cerah dan intelektualitas yang sadar. Seorang bijak berkata, jika hati seorang terkunci oleh kecintaan pada dunia ini, berepapun banyaknya khutbah atau pencerahan dan peringatan yang diberikan, tidak akan bermanfaat terhadap tubuh yang benar-benar dipenuhi penyakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Teruntuk mereka yang hatinya telah tercerahkan, niscaya dia akan mampu menangkap kehendak-kehendak Allah. Jiwanya tidak pernah hidup dalam baying-bayang kegelisahan dan kegalauan. Karena dia telah memasrahkan secara total hidupnya kepada Allah. Sehingga dia menyerahkan masa lalu, masa kini dan masa depannya kepada Allah. Apa pun yang terjadi dalam hidupnya, susah dan senang, suka dan duka, adalah kenikmatan yang harus disyukuri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sebelum mengakhiri tulisan ini penulis mengutip sebuah puisi yang pernah memotivasi penulis untuk melangkah menuju ke jalan Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Teruntuk saudara dan saudari ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Selamat untuk semua yang telah kau capai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sekarang kau telah bertambah dewasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kurasa tulang-tulangmu tlah sanggup menopangmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Tuk melangkah dalam berbagai area kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dan sel-sel tubuhmu telah berkembang penuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sehingga telah mantap membantumu meraih cita-cita perjuanganmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pertanyaannya, kemana kau kan menuju?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Semoga kau kelak mampu menemukan tempat yang stabil tuk berpijak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Semoga kau telah menemukan jalan yang…mungkin agak tidak mudah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Tapi mampu tuk menambahkan makna pada hidupmu yang semakin indah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kulihat matamu makin bersinar,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pertanda bahwa kau telah mampu melihat jernih isi dunia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Menatap dengan pandangan positif, apapun itu yang mungkin merintangi jalanmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Tapi tak sanggup tuk menghambat langkahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dan ku yakin, bukan hanya mereka…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pada saatnya, akan ada yang kan mulai menemanimu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Yang telah di tentukan Allah untukmu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Saudara/I ku… untuk itu, kita harus bersiap diri,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Jagalah selalu fisikmu, apa yang kau minum, apa yang kau makan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sehingga mereka yang lahir melalui-mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kan punya bekal yang baik untuk hidupnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Setiap memungkinkan, singgahlah di tiap mata air pengetahuan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Yang di sana kau dapat menemukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Keberartian usaha yang telah di capai orang-orang terdahulu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sediakan waktu untuk melatih kesabaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Tiap kali dibutuhkan, ambil dua detik untuk menepi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dan tersenyum merenungi apa yang baru kau alami, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Setiap kali kau perlu, ada dua malaikat dipundakmu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Satu untuk menyusun curriculum vitae mu, dan satu lagi untuk mengingatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Bahwa ada konsekuensi untuk tiap keputusan, seringan apapun itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Pungutlah hikmah walaupun berserakan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Tambahlah terus bekal, untuk pengabdianmu pada umat…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Kau tahu, seperti yang Nabi sampaikan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Yang terbaik diantara umat, adalah yang paling banyak memberikan kontribusinya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Dan untuk amanah itulah kita di dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Selamat meraih hidup yang penuh arti…wahai saudara/I ku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;By: Tim ILNA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;(Penulis adalah anggota FLP-Forum Lingkar Pena cab Mojokerto)&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Referensi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Abdullah Gymnastiar, &lt;i&gt;“Manajemen Qalbu untuk Melejitkan Potensi”&lt;/i&gt; (Bandung: MQS. Publishing) 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Tim ILNA (Ilman Naa’fian) &lt;i&gt;“Jadi muslimah Kudu sukses”&lt;/i&gt; (Bandung: Syaamil Citra Media) 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;" lang="EN-GB"&gt;Sulaiman Al Kumayi, &lt;i&gt;“Menuju Hidup Sukses”, &lt;/i&gt;(Semarang: Pustaka Nuun) 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kuntowijoyo, Paradigma Islam : Interpretasi Untuk Aksi, (Bandung : Mizan, 1994) hlm. 159 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ibid, hlm 161&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Nurcholis Madjid, “Makna Hidup Bagi Manusia Modern”, Kata pengantar untuk Hanna Djumhana Bastaman, M Psi. Meraih Hidup Bermakna : Kisah pribadi dengan pengalaman tragis, hlm. Xv-Xvi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Haidar Bagir, “Manusia Modern Mendamba Allah” dalam Ahmad Najib Burhani (e.d) Manusia Modern Mendamba Allah : Renungan Tasawuf Positif (Jakarta : Iman dan Hikmah, 1422/2002). Jlm xii. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Nurcholis Madjid, “Makna Hidup Bagi Manusia Modern”. Hlm xix&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Jamal Al Din Muhammad bin Mukarram Al Anshari, “Lisan Al Arab” (Mesir : Dar Al Misriyah) hlm 395-397&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Amatullah Armstrong, “Sufi Terminology (Al Qamusal Sufi) : The Mystycal Language of Islam (Kuala Lumpur : AS Noorden, 1416/1995) hlm. 41&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Al ghazali., “Ihya Ulumuddin”, jilid III. Hlm 41&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Idris Abdullah Al kaf, “Bisikan-bisikan Ilahi” hlm 177-178&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Achmad Nawawi Mujtaba (e.d), “Menggapai Kenikmatan Dzikir”, hlm 122&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Lihat lebih jauh: Muhammad Arifin Ilham dan Syamsul Yakin, Indonesia Berdzikir: Risalah Anak Bangsa untuk Negeri Tercinta (Jakarta Intuisi Press, 2004)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Muhammad Arifin Ilham, “Renungan-renungan Dzikir”, hlm 34&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Muhammad Arifin Ilham dan Debby Nasution, “Hikmah Dzikir Berjamaah” (Jakarta: Republika, 2003) hlm 9-10&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 10-11&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn15"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Achmad Mubarok, “Jiwa dalam Al qur’an: Solusi krisis Manusia Modern” (Jakarta : Paramadina, 2000) hlm 11&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn16"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muhammad Arifin Ilham, “Renungan-renungan Dzikir” hlm 123&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn17"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref17" name="_ftn17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;17&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lihat QS. Al Anfal : Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosamu) dan Allah mempunyai karunia yang besar”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn18"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref18" name="_ftn18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;18&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Muhammad Arifin Ilham, “Renungan-renungan Dzikir”, hlm 52-53&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn19"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref19" name="_ftn19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 53&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn20"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref20" name="_ftn20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 53-54&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn21"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref21" name="_ftn21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;21&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Muhsin Qira’ati, “Pancaran Cahaya Shalat”, hlm 141&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn22"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref22" name="_ftn22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;22&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 142&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn23"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref23" name="_ftn23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;23&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Muhammad Arifin Ilham, “Renungan-renungan Dzikir”, hlm 62&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn24"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref24" name="_ftn24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;24&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 64 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn25"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref25" name="_ftn25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 70-71&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn26"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref26" name="_ftn26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;26&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 73&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn27"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref27" name="_ftn27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;27&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 84&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn28"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref28" name="_ftn28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;28&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 83&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn29"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref29" name="_ftn29" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;29&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 85&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn30"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref30" name="_ftn30" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;30&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 89-90&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn31"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref31" name="_ftn31" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;31&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Ibid, hlm 105&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-1432259663389943238?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/1432259663389943238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=1432259663389943238' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/1432259663389943238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/1432259663389943238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2008/02/sukses-memotifasi-sukses.html' title='Sukses Memotifasi Sukses'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-4803802353772483672</id><published>2008-02-01T04:26:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T04:28:47.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>“GB” Series</title><content type='html'>“Apa anti sudah jelas dengan tugas di bazar minggu depan ?” Yusuf menyudahi penjelasannya dengan pertanyaan. Hening. Tak ada jawaban. Gadis berambut hitam sebahu yang sejak tadi berdiri di hadapannya tidak merespon.&lt;br /&gt;“Rara?”&lt;br /&gt;Rara tergeragap“Eh, i..iya mas. Mm.... Maaf, mas tadi ngomong apaan, sih?”&lt;br /&gt;Yusuf menghela napas, panjang.&lt;br /&gt;“Apa anti sudah jelas dengan tugas di bazar minggu depan ?” Ia mengulangi pertanyaannya. Kali ini dengan memberikan penekanan pada suaranya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rara mengangguk,”Iya, Insya allah. Mas, aku… boleh nanya nggak?”Rara bertanya dengan harap-harap cemas. Kedua manik matanya tidak terlepas dari wajah teduh milik Yusuf.&lt;br /&gt;Yusuf mengangguk.”Iya, silahkan.”&lt;br /&gt;“Mas Yusuf, kenapa sih, mas dari tadi nunduk terus? Perasaan nggak ada uang jatuh deh,” tanya Rara heran.&lt;br /&gt;“Nggak ada apa-apa kok. Ya udah ana pulang dulu. Assalamualaykum” Yusuf bergegas meninggalkan Rara yang terbengong-bengong.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Mbak Asma, mas Yusuf itu orangnya aneh ya! Masa’ kalau ngomong kepalanya nunduk melulu. Udah gitu nggak mau ngeliat lawan bicaranya lagi. Aku kan ngerasa dicuekin!”Rara menumpahkan kekesalannya pada asma, kakak kelasnya.&lt;br /&gt;Gadis berjilbab yang juga sekretaris harian Rohis itu tersenyum. “Itu namanya ghadul bashar,” ujarnya kalem.&lt;br /&gt;“Apa, Mbak? Ghadul Bongsor ?”&lt;br /&gt;“Bashar”&lt;br /&gt;“O… apaan tuh , Mbak ?”Rara tambah penasaran&lt;br /&gt;“Gadhul bashar itu berarti menjaga atau menundukkan pandangan, biasanya sama lawan jenis”&lt;br /&gt;“Buat apan ? ”&lt;br /&gt;“Biar terhindar dari penyakit hati.”&lt;br /&gt;“Maksudnya?”&lt;br /&gt;“Naksir lawan jenis.”&lt;br /&gt;“Ya… berarti mas Yusuf nggak pacaran, dong. Baru kali ini aku lihat ada mantan cover boy yang nggak pacaran,”Rara manyun. Bibirnya maju beberapa centi.&lt;br /&gt;Asma tersenyum geli melihat ulah adik kelasnya itu. Rara memang suka begitu. Apalagi kalau berada di rumah Asma seperti sekarang ini, sifat manjanya kumat. Meskipun hanya adik kelas, tetapi bagi Asma, Rara bagaikan adik kandungnya. Asma sendiri tidak tahu kenapa dirinya bisa merasa seperti itu.&lt;br /&gt;“Kan emang gitu, dek, aturannya. Nah, di situlah letak pentingnya ghadul bashar.Biar terhindar dari penyakit hati, apalagi kalau orangnya cakep. Bahaya, dek!”&lt;br /&gt;“Iya Mbak. Mas Yusuf memang cakep. Sayang dia ga pacaran, coba kalo mau pacaran. Aku maul lho jadi pacarnya….”&lt;br /&gt;“Rara ?” Asma tersentak kaget . Sedangkan Rara tertawa terbahak- bahak.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Assalamulaikum mas Yusuf yang ghadul bashar,”tegur Rara saat berpapasan dengan Yusuf di halaman sekolah.&lt;br /&gt;“Waalaikumussalam warahmah,”jawab Yusuf sambil berlalu.&lt;br /&gt;“Eh, mas. Tunggu sebentar!”Rara memanggil Yusuf.&lt;br /&gt;Yang dipanggil menghentikan langkah,”Ada apa?”&lt;br /&gt;“Ada yang beda deh dengan muka mas. Ternyata mas Yusuf makin cakep kalau lagi ghadul bashar. Membuat cewek yang lihat jadi penasaran,”Rara memandangi wajah kakak kelasnya itu. Seperti anak kecil yang penasaran dengan mainan barunya. Yusuf semakin tertunduk, dalam.&lt;br /&gt;“Ada yang lain? Yang mungkin jauh lebih penting?”Tanyanya sambil tetap ghadul bashar dan istighfar berkali-kali.&lt;br /&gt;“Nggak.”Jawab Rara singkat.&lt;br /&gt;“Yes! Akhirnya aku bisa ngomong lagi sama mas Yusuf, mantan cover boy terkenal!Mas Yusuf.…mas Yusuf, jadi orang kok cakep bener, sih!”Ujarnya sesaat setelah Yusuf berlalu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Mas Yusuf!”Rara menghampiri Yusuf di teras masjid.&lt;br /&gt;Yusuf yang barusan solat dhuha, mengurungkan niatnya memakai sepatu.&lt;br /&gt;“Na’am. Ada apa?”&lt;br /&gt;“Mas, aku boleh nggak pinjem buku Palestine, Emang Gue Pikirin? nya Shofwan Al Banna? Mas kan punya.”&lt;br /&gt;“Apa nggak ada yang punya selain ana? Akhwatnya mungkin?”&lt;br /&gt;“Ada sih, mbak Asma sama mbak Nurul. Tapi dua-duanya udah dipinjem.’&lt;br /&gt;“Selain mereka?”&lt;br /&gt;Rara menggeleng,”Saya nggak tahu lagi.”&lt;br /&gt;Sesaat mereka terdiam, yang terdengar hanyalah gemercik air wudhu dan suara anak-anak yang akan solat dhuha.&lt;br /&gt;“Gimana mas? Boleh?”&lt;br /&gt;“Insya allah besok ana bawakan,”ujar Yusuf akhirnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Ini buku yang anti minta. Ana harap buku ini jangan sampai rusak dan tolong cepat dikembalikan,” Yusuf menyodorkan buku yang dipesan oleh rara.&lt;br /&gt;“Thanks, mas. Aku jamin buku mas bakal aman di tangan rara.”Rara menerima buku tersebut dengan hati yang riang. Dalam sekejap ketua Rohis kelas 2 itu sudah menghilang dari pandangan Rara. Bagai lenyap di telan bumi. Duh, nih orang cepet banget ngilangnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan pematerinya, apakah sudah dihubungi?” Ujar Ikhsan, sang ketua pelaksana dalam rangka Isra’ Mi’raz.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah. Kemarin ana sudah menghubungi ustad Ibrahim. Insya Allah beliau mau datang” Habib, koordinator sie humas menananggapi.”&lt;br /&gt;“Syukurlah kalau begitu. Terus untuk sie kegiatan, apakah format acaranya ada perubahan?”&lt;br /&gt;“Nggak. Kita tetap menjalankan rencana sebelumnya. Talk show, lomba cerdas cermat sama pementasan nasyid. Alhamdulillah kemarin kami sudah menghubungi pihak Juctice Voice dan mereka setuju.”Kali ini Amru yang menanggapi. Ikhwan yang satu ini memang sering sekali ditugaskan di sie kegiatan. Mungkin karena kedisiplinannya kali…&lt;br /&gt;“Yang terakhir tapi nggak kalah penting adalah masalah konsumsi. Bagaimana akhwatnya, apakah sudah dipersiapkan?”&lt;br /&gt;“Alhamdulillah. Tinggal tunggu hari H-nya saja,” jawab Asma dari balik hijab.di dalam masjid Haqqul Ilmi itu memang disediakan hijab. Kain pembatas berwarna biru laut itu sengaja dipasang untuk memisahkan jamaah pria dan wanita yang solat di masjid yang memang tidak terlalu luas. Masjid yang sekaligus menjadi sekretariat Rohis.&lt;br /&gt;“Barangkali dari akh Yusuf ada yang ingin disampaikan?”&lt;br /&gt;Yusuf menggeleng,”Nggak, semuanya sudah jelas.”&lt;br /&gt;“Oke kalau begitu. Ana mengharapkan kerja sama yang baik dari semua pihak. Ana berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar. Akhirul kalam wasssalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.” Rapat pun usai.&lt;br /&gt;“Mas Yusuf !” Rara menghampiri yusuf yang baru keluar dari masjid. Serentrak para ikhwan langsung “GB”gadhul bashar.&lt;br /&gt;“Makasih banget ya mas sudah minjemin aku buku. Isinya bagus banget. Aku sampai kagum sama penulisnya. Si Shofwan emang bener-bener hebat, ya. Bisa memaparkan peristiwa di Palestina secara detail. Sekali lagi makasih ya, mas. ”&lt;br /&gt;“Wa iyyaki,” Yusuf menerima buku yang diberikan Rara. Dalam sekejap gadis itu sudah kembali ke “alamnya”&lt;br /&gt;“Hati-hati, Akh, setan itu sangat cerdik melenakan manusia,”Ikhsan me’warning’ sahabatnya semenit setelah Rara pergi.&lt;br /&gt;“Maksud anta ?” Tanya Yusuf tak mengerti.&lt;br /&gt;“Bukannya ana su-udzon. Tapi ana rasa, Rara punya perasaan lain ke antum, dia suka sama antum.”&lt;br /&gt;“Astagfirullah.”&lt;br /&gt;“Ana nggak ingin dakwah yang kita lakukan dikotori Virus Merah Jambu. Apalagi antum kan ketua Rohis. Jadi, berhati-hatilah !”&lt;br /&gt;Ya Allah…ampunilah hamba. Sungguh, hamba tidak menyangka kalau semuanya akan seperti ini.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Sejak itu Yusuf berusaha menghindari Rara. Bukan bermakud apa-apa. Dia berharap dengan cara itu, VMJ yang mengkontaminasi Rara sedikit demi sedikit hilang.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Ciittt…brak! Seorang gadis terpelanting sejauh 2 meter dari trotoar. Tubuhnya membentur aspal, sedangkan sepeda motor yang tadi dikendarainya ringsek. Tangan dan kaki gadis itu terluka, darah segar mengucur deras. Sedang Panther yang menabraknya tadi sempat berhenti. Tapi semenit kemudian pengemudi Panther tersebut langsung tancap gas, menyisakan kepulan asap dari knalpot sementara gadis itu tengah terkapar.&lt;br /&gt;Orang - orang yang melihat kejadian itu berlari menuju tempat peristiwa, ingin melihat kejadian yang sebenarnya.&lt;br /&gt;“Masya Allah…”&lt;br /&gt;“Dasar sopir sialan!”Seorang bapak berbaju merah mengumpat.&lt;br /&gt;“Brengsek!”&lt;br /&gt;“Keterlaluan!”&lt;br /&gt;“Keparat!”Sumpah serapah keluar dari mulut orang-orang yang berkerumun&lt;br /&gt;Itu. Suasana menjadi gaduh.&lt;br /&gt;“Sudah, Pak, jangan mengumpat terus. Gadis ini harus segera kita tolong!” Seorang pria paruh baya menyela. Ia melepaskan helm teropong yang dikenakan gadis itu.&lt;br /&gt;“Aduh…ah…”gadis itu merintih.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, mbaknya masih sadar.”&lt;br /&gt;“Panggil mobil ambulans atau cari tumpangan buat membawa mbak ini ke rumah sakit!”&lt;br /&gt;“Itu ada mobil!”Seru seorang ibu-ibu sambil menunjuk sebuah Kijang yang melaju ke arah mereka. Seorang pemuda menghentikan kijang tersebut.&lt;br /&gt;“Mas…stop mas, stop…!”&lt;br /&gt;Kijang itu berhenti.&lt;br /&gt;“Ada apa, Mas?”&lt;br /&gt;“Ada kecelakaan. Bisa numpang mobilnya nggak? Mau ke rumah sakit”&lt;br /&gt;“Masya Allah…”&lt;br /&gt;Beberapa pemuda segera turun dari mobil, menuju kerumunan.&lt;br /&gt;“Astaghfirullah…Rara!”Pemuda yang ternyata Yusuf itu tercekat.&lt;br /&gt;“Mas kenal sama mbaknya?”Pria yang tadi melepaskan helm rara bertanya&lt;br /&gt;“Iya pak. Dia adik kelas saya.”&lt;br /&gt;“Wah, kebetulan kalau begitu. Ayo segera diangkat!”Pria itu memberi komando. Dibantu oleh beberapa orang, Yusuf, Ikhsan dan Amru segera menggotong tubuh Rara.&lt;br /&gt;“Aaahhh, aduh….” Rara merintih.&lt;br /&gt;“Hati-hati. Pak.”&lt;br /&gt;“Mas Yu…suf ?”Rara bertanya dengan suara yang lirih.&lt;br /&gt;“Ya, ini ana. Anti jangan banyak bergerak!”&lt;br /&gt;“Aaahhhh …” Rara merintih kesakitan. Tapi sejenak kemudian dia tersenyum.&lt;br /&gt;“Mas Yusuf…sebenernya….. Saya suka sama mas….”&lt;br /&gt;“Astagfirullah !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by hestee&lt;br /&gt;(070107, pagi yang padat,08.41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-4803802353772483672?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/4803802353772483672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=4803802353772483672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/4803802353772483672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/4803802353772483672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2008/02/gb-series_01.html' title='“GB” Series'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-2894518634072055758</id><published>2008-02-01T04:23:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T04:26:29.270-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Berbakti Pada Orang Tua itu Wajib</title><content type='html'>Ada hakikat syar’i yang sudah diketahui seluruh ikhwah aktivis Islam tanpa kecuali, yaitu berbakti kepada kedua orang itu kewajiban agama paling penting dan durhaka kepada keduanya dosa besar. Mereka juga tahu wasiat yang disebutkan Al-Qur’an secara berulang-ulang dan mendorong mereka berbuat baik kepada kedua orang tua serta peringkat berbuat baik kepada kedua orang tua itu lebih tinggi dari peringkat perintah untul adil. &lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan, Allah Ta’ala menyandingkan perintah berbuat baik kepada orang tua dengan perintah beribadah kepada-Nya, di firman-Nya,&lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kalian jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kalian berbuat baik pada ibu bapak kalian dengan sebaik-baiknya.” (Al-Isra’: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala melarang seseorang berkata kepada salah seorang dari kedua orang tuanya, “Ah,” apalagi perkataan lebih dari itu.&lt;br /&gt;Faktanya, masih ada sebagian aktivis yang belum lama beriltizam dengan Islam tidak menunaikan kewajiban ini, berbakti kepada orang tua, dengan baik. Mereka bukan saja tidak berbuat baik kepada orang tuanya. Lebih dari itu, mereka tidak adil terhadap keduanya, bahkan durhaka kepada keduanya. Kadang, ada aktivis Islam yang berkata kasar kepada ayahnya, atau menginggikan suara di atas suara ayahnya, atau tidak taat kepadanya dalam hal-hal wajib dan mubah, atau mengumpat ibunya, atau membentak dan mencelanya.&lt;br /&gt;Khusus untuk mereka, saya katakan, sesungguhnya berbakti kepada kedua orang tua itu kewajiban agama, seperti halnya kewajiban berdakwah, amar ma’ruf nahi munkar, jihad, dan shalat. Dan, durhaka kepada orang tua itu dosa besar dan tidak lebih kecil dosanya dari dosa zina, mencuri, dan dosa-dosa besar lainnya. Bisa jadi, durhaka kepada kedua orang tua lebih berat bobotnya daripada dosa-dosa besar. Akhi, kenapa Anda memilah-milah Islam? Anda terima sebagian ajarannya dan tolak sebagian lain? Padahal, Anda lantang mengecam orang-orang sekuler, dengan berkata keras kepada mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kalian beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian lain?” (Al-Baqarah: 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Anda melarang sesuatu, lalu Anda sendiri mengerjakannya? Seorang penyair berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda jangan melarang salah satu akhlak, kemudian Anda mengerjakan kebalikannya Ini aib besar jika Anda lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa Islam memuliakan orang tua, hingga pada taraf membolehkan Anda membatalkan shalat sunnah, untuk menjawab panggilan ibu atu ayah Anda. Itu terjadi jika salah sati dari keduanya memanggil Anda, tapi Anda sedang shalat sunnah.&lt;br /&gt;Anda harus ingat kisah Juraij,ahli ibadah Bani Israel, dengan ibunya, seperti dikisahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Juraij orang ahli ibadah. Ia membangun biara dan menetap di sana. Pada suatu hari, ibunya datang ke biaranya, tapi ia sedang shalat. Ibunya berkata, ‘Juraij!’ Juraij berkata, ‘Tuhanku, ibuku memanggilku, tapi aku sedang shalat?’ Juraij memilih meneruskan shalatnya, lalu ibunya pulang. Besoknya, ibu Juraij datang lagi, tapi lagi-lagi Juraij sedang shalat. Ibunya memanggil, ‘Juraij!’ Juraij berkata, ‘Tuhanku, ibuku memanggilku, tapi aku sedang shalat?’ Juraij memilih meneruskan shalatnya, karena itu, ibunya memilih pulang. Esoknya, ibu Juraij datang lagi, tapi Juraij sedang shalat seperti dua hari sebelumnya. Ibu Juraij memanggil, ‘Juraij!’ Juraij berkata, ‘Tuhanku, ibuku memanggilku, tapi aku sedang shalat?’ Juraij lebih senang meneruskan shalatnya. Karena kesal, ibu Juraij berkata, ‘Ya Allah, jangan matikan Juraij, sebelum ia melihat wajah pelacur.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, orang-orang Bani Israel ngobrol membahas Juraij dan ibadahnya. Saat itu, ada wanita cantik sekali dan tidak ada tandingannya ketika itu. Wanita itu berkata, ‘Jika kalian mau, aku sanggup menggoda Juraij.’ Lalu, wanita itu menemui Juraij, tapi Juraij tidak bergeming untuk melihatnya. Setelah itu, wanita itu pergi menemui penggembala yang biasa tinggal di biara Juraij, lalu menggodanya. Penggembala itu pun menggauli si wanita, lalu si wanita hamil. Usai melahirkan anaknya, wanita itu berkata, ‘Ini anak Juraij.’ Orang-orang Bani Israel mendatangi Juraij, menyuruhnya turun, menghancurkan biaranya, dan memukuli Juraij. Juraij berkata, ‘Apa-apaan ini?’ Orang-orang Bani Israel menjawab, ‘Engkau telah berzina dengan wanita pelacur ini, hingga ia melahirkan anak.’ Juraij berkata, ‘Mana si jabang bayi?’ Orang-orang Bani Israel mendatangkan si bayi kepada Juraij, lalu Juraij berkata, ‘Izinkan aku shalat.’ Juraij pun mengerjakan shalat. Usai shalat, Juraij datang ke tempat bayi dan menekan perutnya, dengan berkata, ‘Nak, siapa sebenarnya ayahmu?’ Si bayi menjawab, ‘Penggembala itu.’ Orang-orang Bani Israel langsung menciumi Juraij dan berkata, ‘Kami akan membangun biara dari emas untukmu.’ Juraij berkata, ‘Tidak usah. Bangunlah biara dari tanah seperti sebelumnya.’ Mereka pun mengerjakan perintah Juraij.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juraij mengerjakan salah satu shalat sunnah dan menolak membatalkannya, untuk menjawab panggilan ibunya. Ia menduga meneruskan shalatnya itu lebih baik, daripada menjawab panggilan ibunya dan berbakti kepadanya. Hal itu dikerjakan Juraij, hingga tiga kali di hari yang berbeda. Pada ketiga kejadian itu, Juraij tidak menjawab panggilan ibunya. Karena itu, ibunya mendoakan keburukan untuknya. Allah Ta’ala mengabulkan doa ibunya, untuk mengajarinya pelajaran penting tentang urutan skala prioritas dalam agama Allah Ta’ala. Juga untuk mengajarinya bahwa berbakti kepada orang tua dan berbuat baik kepada keduanya itu lebih baik dan mulia dalam timbangan seorang hamba di akhirat, daripada sekedar shalat sunnah. Karena urgensi besar ini yang perlu diketahui Juraij, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkannya kepada umat beliau, sebagai bentuk yang ungkapan kasih sayang beliau kepada mereka, agar mereka, terutama orang-orang shalih, penegak agama, dan orang-orang selevel dengan Juraij, tidak melakukan kesalahan yang dulu dikerjakan Juraij. Sebab, hukuman bagi mereka lebih berat dari orang-orang yang levelnya lebih rendah dari level mereka.&lt;br /&gt;Untuk ikhwah aktivis Islam yang tidak berbuat baik kepada orang tuanya juga saya katakan, ingatlah Uwais Al-Qarni, salah seorang generasi tabi’in yang pernah disabdakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada dengan Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama pasukan bantuan Yaman dari suku Murad dan Qarn. Tadinya, Uwais mengidap penyakit kusta, lalu Allah menyembuhkannya, kecuali kusta sebesar dirham. Ia punya ibu dan dan ia berbakti kepadanya. Jika ia bersumpah dengan nama Allah, maka Allah pasti mengabulkan sumpahnya. Jika engkau dapat minta dia memintakan ampunan untukmu, maka kerjakan.” (Diriwayatkan Muslim dan Abu Nu’aim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu selalu menanyakan kabar Uwais Al-Qarni setiapkali pasukan bantuan Yaman datang, hingga akhirnya bertemu dengannya. Ringkas cerita, Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu berkata kepada Uwais Al-Qarni, “Mintakan ampunan untukku.’ Uwais Al-Qarni pun memintakan ampunan untuk Umar bin Khaththab.&lt;br /&gt;Akhi, aktivis Islam, coba renungkan derajat tinggi yang diperoleh Uwais Al-Qarni dan betapa tingginya derajat itu! Demi Allah, jika saya menjelaskan ketinggian derajat itu di banyak halaman, maka itu tidak cukup. Cukuplah menjadi catatan kebanggan bagi Uwais Al-Qarni bahwa ia dipuji Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau mengisahkan kisahnya kepada salah seorang sahabat. Bahkan, beliau menyuruh Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu, yang tidak diragukan pamornya, untuk meninta Uwais Al-Qrani memintakan ampunan baginya. Apakah Anda tidak tahu Umar bin Khaththab, kedudukannya di agama Allah Radhiyallahu Anhu dan sisi-Nya? Selain itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa andai Uwais Al-Qarni bersumpah dengan nama Allah Ta’ala, Dia mengabulkan sumpahnya. Lebih dari itu lagi, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyuruh para sahabat untuk meminta Uwais Al-Qrani memintakan ampunan untuk mereka jika mereka bertemu dengannya. Di salah satu riwayat versi Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa di antara kalian bertemu dengan Uwais, hendaklah ia minta Uwais memintakan ampunan untuknya.” (Diriwayatkan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di riwayat lain disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suruh dia memintakan ampunan untuk kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uwais Al-Qarni mendapatkan kedudukan dan tempat setinggi itu, karena ia berbakti kepada ibunya. Mahasuci Allah. Bagaimana seandainya ayah Uwais Al-Qrani masih hidup, lalu Uwais Al-Qarni berbakti kepada keduanya? Ini tentu pelajaran berharga bagi siapa saja yang masih punya hati, telinga, dan mata.&lt;br /&gt;Saya serukan kepada seluruh ikhwah aktivis Islam bahwa orang-orang yang paling berhak menerima dakwah kalian ialah orang tua, keluarga, dan sanak kerabat kalian. Apakah kalian tidak membaca firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (Asy-Syu’ara: 214).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi, apakah Anda ingin masuk surga, sementara salah satu dari orang tua Anda masuk neraka? Apakah Anda mau disiksa pada Hari Kiamat, karena tidak mendakwahi orang tua, keluarga, dan sanak keluarga Anda, kepada kebenaran, petunjuk, dan cahaya Islam?&lt;br /&gt;Saya juga menyerukan setiap aktivis Islam untuk bersikap lembut kepada seluruh manusia, lebih khusus kepada orang tua, keluarga dan sanak kerabatnya. Jika Anda melihat salah satu seorang dari orang tua Anda melakukan salah satu kemaksiatan, hendaklah Anda bersikap lembut saat mendakwahinya. Ingatlah, jika Anda melihayt kemungkaran pada orang tua Anda, maka menurut neraca syar’i, Anda hanya diperbolehkan menggunakan pilihan pertama dari tiga pilihan dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Yaitu merubah kemungkaran tersebut dengan perkataan dan itu pun dilakukan dengan lembut dan tidak kasar. Anda hanya diperbolehkan tidak menaati keduanya dalam kemaksiatan. Sedang tidak menaati keduanya sepanjang hidup, hanya karena keduanya tidak mengerjakan salah satu kewajiban agama, maka itu tidak diperbolehkan. Anda harus taat kepada kedua orang tua Anda dalam perkara mubah, sunnah, atau wajib, kendati misalnya keduanya pelaku maksiat atau kafir sekalipun. Anda harus berinteraksi dengan baik kepada keduanya, mengabdi, dan berinfak kepada keduanya jika mampu.&lt;br /&gt;Anda jangan membuat kedua orang tua Anda merasa Anda remehkan atau Anda membuat keduanya merasa sebagai barang buangan di rumah, sedang Anda “raja” tunggal di dalamnya. Lalu, Anda memukul saudara-saudari Anda, karena sebab tertentu atau tanpa sebab, serta sombong kepada mereka, dengan dalih Anda ingin merubah kemungkaran di rumah!&lt;br /&gt;Kadang, sikap Anda seperti itu malah menjadi kemungkaran yang lebih besar, daripada kemungkaran yang masih diperdebatkan ulama. Andai Anda mendakwahi mereka dengan benar dan berdasarkan hati nurani, serta Anda mengajarkan agama kepada mereka, maka urusannya menjadi lancar seperti Anda inginkan atau lebih lancar dari prediksi Anda sebelumnya. Kadang, Anda menemukan, ternyata ada salah satu keluarga Anda yang jauh lebih baik dan lebih dekat kepada Allah Ta’ala daripada Anda.&lt;br /&gt;Menurut pengalaman panjang di kehidupan, saya dapati orang-orang yang durhaka kepada kedua orang tua itu tidak bertahan lama di atas kebenaran dan hanya “melangkah” beberapa langkah di salah satu gerakan dakwah. Tidak lama setelah itu, ia tergoda oleh dunia dan berjalan terlalu jauh dari dunia dakwah. Barangkali, penyebabnya, wallahu a’lam, bahwa siapa tidak punya kebaikan pada kedua orang tuanya, yang menjadi penyebab keberadaannya di dunia, maka ia tidak punya kebaikan di Islam dan gerakan dakwah. Dai dan level qiyadah di gerakan dakwah harus bertanya kepada kader-kader di bawah mereka tentang hubungan mereka dengan orang tua dan keluarga mereka, serta enjoy mengamalkan firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (Al-Isra’: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, jika kemaksiatan seperti maksiat durhaka kepada orang tua itu tersebar luas maka meruntuhkan gerakan dakwah secara keseluruhan, menjadi pemicu Allah Ta’ala marah kepada mereka, dan turunnya kemurkaan-Nya. Kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari itu semua.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dalam kehidupan sehari-hari, kita perhatikan adanya hubungan akrab dan harmonis antara ikhwah aktivis Islam dan usrah (grup) mereka masing-masing. Setiap aktivis mencintai dan menghormati saudaranya sesama aktivis. Kita juga lihat sebagian besar usrah aktivis bisa beriltizam dengan Islam dan ajaran-ajarannya, dalam tempo waktu satu atau dua tahun. Bahkan, kira perhatikan di antara anggota usrah itu ada aktivis yang lebih kuat iltizam dan komitmennya dari aktivis lainnya. Ini kelebihan yang diberikan Allah Ta’ala kepada siapa yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;Ingatlah, bukan saja aktivis Islam yang sanggup tegar di atas kebenaran. Di sini, saya ingin bersaksi dengan jujur bahwa ayah, ibu, dan istri aktivis Islam itu juga menanggung beban penderitaan di jalan Allah Ta'ala selama bertahun-tahun. Mereka menjadi teladan kesabaran, ketegaran, di atas kebenaran, danberdiri setiap hari selama berjam-jam di bawah terik sinar matahari yang membakar di musim panas dan terkena hujan di musim hujan. Mereka merasakan penderitaan dan kesulitan yang lebih berat dari yang dialami aktivis Islam. Mereka menunggu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun dan sabar berpisah dengan anak-anak dan suami mereka. Mereka rela tidak makan enak, untuk mereka berikan kepada anak-anak mereka. Kadang, sebagian dari mereka tidur dalam keadaan lapar. Mereka sabar dan mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala dalam menjalani itu semua. Orang tua dan istri aktivis melakukan jihad agung, yang tidak kalah –atau malah lebih besar-dengan jihad anak-anak dan suami-suami mereka. Keteguhan dan kesabaran para orang tua dan istri aktivis berpengaruh kuat pada ketegaran anak-anak dan suami mereka di atas kebenaran dan menanggung penderitaan di jalan Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-2894518634072055758?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/2894518634072055758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=2894518634072055758' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/2894518634072055758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/2894518634072055758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2008/02/berbakti-pada-orang-tua-itu-wajib.html' title='Berbakti Pada Orang Tua itu Wajib'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-8495655374695450557</id><published>2007-11-23T08:32:00.000-08:00</published><updated>2007-11-23T08:33:57.194-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>AUDISI</title><content type='html'>Peluh menetes disekujur tubuhku,derit suara sepatu kami terasa merdu,mengiringi tubuhku yang seolah menari dan meliuk .&lt;br /&gt;”Bruk”&lt;br /&gt;.”Ah”.&lt;br /&gt;Sialan Yani mendorong tubuhku hingga terjengkang dan sekali lagi ia berhasil melakukan dunk.Satu skor lagi telah ia cipta.Terik siang ini seolah makin membakar hatiku.Kini ku berlari cepat,bola ditangan tak akan kubiarkan begitu saja lepas ,tubuhku meliuk-liuk mencari celah dan aku melompat setinggi mungkin .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Dunk”teriakku,tapi…&lt;br /&gt;“Reabon!”&lt;br /&gt;“Gila!” sekali lagi umpatan keluar dari bibirku bola itu seharusnya masuk.Namun Yani melompat lebih tinggi dariku di atas ring basket dan berhasil dengan mulus menghalau bola masuk ke keranjang basketnya.&lt;br /&gt;10-15 sekali lagi Yani mengungguliku.&lt;br /&gt;“Minum dulu In.”&lt;br /&gt;“Thanks”Kuteguk air dalam botol pemberian Yani sampai ludes.&lt;br /&gt;“Kau bersemangat sekali hari ini In,dan aku salut,permainan basketmu makin bagus saja”.Cowok berpostur tinggi itu tersenyum sambil merangkul pundakku.&lt;br /&gt;Aku muak.Entahlah seolah kata2nya barusan adalah sebuah ejekan. Terik mentari menguapkan seluruh mineral dalam tubuhku yang kemudian berubah menjadi api amarah.Serta merta kuhalau tangan Yani dan kubanting botol minuman yang telah kosong kemudian…&lt;br /&gt;“Buk”Sebuah kepalan tinju melayang kuarahkan pada rahang cowok berkulit putih itu, ia terkejut, menjerit lalu jatuh tersungkur dan aku berdiri menantang didepannya.&lt;br /&gt;“Bangun Yan,balas!”teriakku emosi.Yani terlihat kesakitan sambil memegangi pipinya yang lebam ia mencoba berdiri dan menatap kedua mataku.Mata kami saling beradu pandang.&lt;br /&gt;“Apa maksudmu In”.Ku lihat pancaran murka dimatanya&lt;br /&gt;“Pukulan itu untuk Nesya”.jawabku.Sebenarnya tidak hanya untuk Nesya tapi juga untuk rasa kesalku karena aku tak pernah bisa mengungguli permainan basketnya.&lt;br /&gt;“Apa!kenapa kau pukul aku untuk dia?!”&lt;br /&gt;“Hei,cowok egois kenapa kau buat Nesya kecewa,sangat kecewa!”kataku berapi2&lt;br /&gt;Hening.Ku lihat Amarah Yani meluruh.Pandangan matanya berubah kini ia mengarahkan pandangannya menjauhiku.Tiba2 akupun merasa letih energiku drop.Hari ini benar2 melelahkan.&lt;br /&gt;“Indra,kau tak mengerti,jangan salah paham”.Sambil menyeka keringat dirambutnya serta merta ia berbalik dan melangkah pergi,namun aku belum puas dan mengejarnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ***&lt;br /&gt;Aku,Yani dan Nesya adalah teman sejak kecil.Setelah lama tidak bertemu akhirnya kita reuni kembali ketika masuk SMU yang sama.Aku dan Nesya kelas X dan Yani yang lebih tua dari ku setahun duduk di kelas XI.Sampai suatu ketika…                                                                                                                                                                                                                                                                        Siang itu Nesya kesal sekali  karena pesanan bajunya belum juga datang padahal baju itu saat ini juga akan digunakan untuk ikut audisi ‘Akademi Idol Indonesia’.Setelah beberapa kali di hubungi lewat sms dan telephon akhirnya Yani datang juga dengan tergesa2 dengan membawa baju pesanan cewek berambut ikal itu.Namun tiba2 terdengar teriakan Nesya.&lt;br /&gt;”Kakak baju apaan nih ,masak audisi disuruh memakai baju beginian!”.Dengan marah Nesya menunjukkan setelan jubah dan sebuah jilbab panjang.&lt;br /&gt;“Wah  sori banget Nes,tadi aku terburu2 pasti tadi aku salah ambil.”Kata Yani terkejut.&lt;br /&gt;Nesya kesel banget .“Duh kalau begini ceritanya aku bisa terlambat kak,kamu mau aku batal ikut audisi itu!”Kata Nesya marah.&lt;br /&gt;Akhirnya dengan sangat terpaksa Nesya kembali menunggu Yani mengambil baju pesanannya padahal jarak antara rumah Nesya dan butik mamanya Yani cukup jauh.Alhasil Nesyapun terlambat tiba ditempat audisi pencarian penyanyi baru berbakat itu sampai satu jam lebih 59 menit.Dan secara otomatis Nesya dinyatakan oleh panitia gagal ikut audisi ‘Akademi Idol Indonesia’…&lt;br /&gt;Yani sendiri pun dapat ganjaran atas kelalaiannya kini selain dimusihin Nesya,ia juga dapat omelan dari mamanya sendiri karena telah mengecewakan pelanggannya,Yaitu Nesya yang telah memesan baju di butiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ***&lt;br /&gt;“Kau sudah menghancurkan Impian seorang Nesya Yan”.kataku lagi.&lt;br /&gt;“Tapi aku sudah minta maaf”.&lt;br /&gt;“Kau tau aku sudah terlanjur beli banyak pulsa untuk mendukung Nesya,teman2 di sekolah juga siap berkampanye dengan membuat poster dan spanduk dukungan.Mereka pasti juga ikut kecewa Yan”.Kataku bernada protesYani terdiam tapi tidak terlihat sesal di wajahnya.&lt;br /&gt;“Aku sudah memaafkanmu kak”.Tiba2 dihadapan kami muncul seorang gadis cantik mengenakan baju panjang dengan jilbab di kepalanya.&lt;br /&gt;“Nesya!”Seru kami terkejut.&lt;br /&gt;“Ya,kita ambil saja hikmah dari peristiwa kemarin,awalnya aku bingung karena harus dihadapkan 2 pilihan.Disatu sisi aku pingin banget ngejar cita2 jadi penyanyi dan ikutan audisi2 namun di sisi lain aku juga punya keinginan yang kuat untuk segera menutup aurot.Indra,kak Yani doakan aku istiqomah”.Kata Nesya sambil tersenyum.Kami berdua jadi lega mendengarnya..&lt;br /&gt;“Alhamdulillah”.Aku dan Yani tertawa.&lt;br /&gt;“Selamat Nes atas keputusanmu”.Ujar Yani dengan mata berbinar&lt;br /&gt;“Oh iya Yan,sori banget ya kemarin aku sampai nonjok kamu”.kataku menyesal sambil kujabat tangan Yani.&lt;br /&gt;“Sebuah kebenaran memang butuh pengorbanan”kata Yani bijak.&lt;br /&gt;Kami bertiga lega.Akhirnya masalah ini berakhir happy ending.Yang terpenting persahabatan kita tidak jadi terpecah.Hari sudah semakin senja kami bertiga segera melangkahkan kaki pulang meninggalkan stadion basket yang telah sepi.Saat iniYani dan Nesya menemukan sebuah hikmah dari peristiwa itu.Dalam menghadapi semua masalah memang diperlukan kebijaksanaan.Benarlah sebuah nasihat ‘Menjadi tua itu pasti namun menjadi dewasa adalah pilihan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     ***&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;By:KANIA POETRY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-8495655374695450557?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/8495655374695450557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=8495655374695450557' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/8495655374695450557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/8495655374695450557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2007/11/audisi.html' title='AUDISI'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-5158465864898560402</id><published>2007-11-21T08:22:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T08:28:04.822-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Cita anak mojopahit</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Cita anak mojopahit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kemegahan&lt;/span&gt; dalam kenangan&lt;br /&gt;Hampir tiap insan nusantara punya cerita&lt;br /&gt;Tentang kemegahan, kekukasaan dan falsafahnya&lt;br /&gt;Tapi, cerita dan nyata kini hampir sama dengan sekedar bayangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Aku &lt;/span&gt;dan sahahabatku punya semangat dan rasa&lt;br /&gt;Kami berCita dengan angan, harapan dan selalu belajar&lt;br /&gt;Beribu pertanyaan masa depan tersimpan&lt;br /&gt;Ingin kami jawab dan buktikan&lt;br /&gt;Saat tubuh masih terbalut kurikulum dan seragam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Kami&lt;/span&gt; berjanji!&lt;br /&gt;Asal kau dukung dengan kekuasaanmu, kami punya kreasi&lt;br /&gt;Berarti telah kau hargai seragam kami&lt;br /&gt;Kami berjanji!&lt;br /&gt;Fasilitasi kami, akan kami kembalikan kejayaannya&lt;br /&gt;Karena darahnya masih segar mengalir bersama kami&lt;br /&gt;Kami berjanji!&lt;br /&gt;Dengan modal kegagahan sejarah&lt;br /&gt;Kami akan cipta kejayaan dengan tinta dan pena&lt;br /&gt;Dan akan kami cipta falsafah masa depan dengan rasa dan cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(A. Rohman, mjs) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini pernah dimuat di majalah CS (milik dinas pendidikan) Mojokerto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-5158465864898560402?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/5158465864898560402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=5158465864898560402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/5158465864898560402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/5158465864898560402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2007/11/cita-anak-mojopahit.html' title='Cita anak mojopahit'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-1767016141125404066</id><published>2007-10-10T07:20:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T07:22:06.974-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Us'/><title type='text'>Kepingan itu adalah kami</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Assalamu'alaikum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ini Fi3 anggota geng FLPMoxer.Benarnya udah luamaa diminta ngirim tulisan ke blog ini tapi apa boleh buat tulisanq kena virus semua :(&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tapi kali ini kenalin aja ya para punggawi FLP Moxer :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1 aq dewe.alias Fitria KF alias Kania Poetry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2 Evi Rahmawati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3 Hesti Azkeeya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4 Ima arek jember&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;5 Shifil Huda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;6 Diah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;7 Ismi latifah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nah para punggawanya adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1 Aunur Rohman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2 Roihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3 Andik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Udah dulu ya lain kali ketemu lagi.Insya Allah lebih komplit infonya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Wassalamu'alaikum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-1767016141125404066?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/1767016141125404066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=1767016141125404066' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/1767016141125404066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/1767016141125404066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2007/10/kepingan-itu-adalah-kami.html' title='Kepingan itu adalah kami'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-1322336294292329731</id><published>2007-10-10T07:13:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T07:14:48.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>SEBUAH PERJUANGAN</title><content type='html'>Setiap perjuangan pastilah akan melahirkan pahlawan.Tak ada perjuangan yang tak berarti.Karena semua perjuangan membutuhkan pengorbanan.Perjuangan yang akan saya tulis adalah sebuah perjuangan besar namun sering dianggap tiada.&lt;span class="fullpost"&gt;Dikiaskan seseorang yang mau bercermin misalnya saat ia melihat ke dalam kaca ia melihat titik2 noda pada hatinya,yang tentunya harus segera dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan senoktah noda pada hati yang terkotori bukanlah hal yang sepele.Perlu perjuangan dan kesadaran yang tinggi.Dan saat noktah hitam telah terhapus maka tanpa disadari pahlawan itu telah terlahir kedunia.Ya,kitalah pahlawan itu jika kita menyadari bahwa tiap diri pasti pernah melakukan kesalahan.Kesadaran untuk mengakui kesalahan dan motivasi untuk memperbaikinya adalah awal sebuah perjuangan dan perbaikan sikap dari salah menjadi sikap yang benar adalahsebuah keberhasilan.Dan yang lebih penting lahirnya jiwa yang baru yang telah terlepas dari dosa itulah arti kelahiran seorang pahlawan.Sebenarnya siapkah phlawan kita kalau bukan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allohu alam bishowab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-1322336294292329731?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/1322336294292329731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=1322336294292329731' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/1322336294292329731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/1322336294292329731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2007/10/sebuah-perjuangan.html' title='SEBUAH PERJUANGAN'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-4256041037506777919</id><published>2007-10-10T07:10:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T07:12:37.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>HIJRAH KE PELANGI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;By:KANIA POETRY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Matahari siang yang sama.Aku pun masih tetap sama seperti kemarin.Bersepatu lusuh,tas putih terjuntai sampai se lutut,dan aku tetap duduk di sudut,menunggu semua siswa pulang.Satu persatu mereka mengambil sepedanya masing-masing.Kulihat Yudith bernyanyi lirih sambil menuntun poligonnya.&lt;span class="fullpost"&gt;Nasir dengan gagah menaiki ‘ninja’,dan terlihat   di ujung  gerbang Fifi memecet Hp-nokia 6600-nya.&lt;br /&gt;”Say,jemput donk!aku dah pulang nih”.Begitulah kira2 katanya .&lt;br /&gt;Dan tak lama kemudian Supra X plus ‘sopirnya’ maksudku pacarnya melesat meninggalkan gerbang sekolah yang telah sunyi.Dan aku masih di sini bersama gerbang sekolah yang telah sepi.Aku melangkah ke dalam mengambil sepedaku yang teronggok di pojok dinding.Angin siang yang terik menawarkan senyum kecutku.Sepeda butut warna merah inilah yang memaksaku untuk tinggal dan menunggu sepi.Bukannya aku malu ke sekolah memakai sepeda merk forever yang kata orang dah layak masuk museum karena pabriknya dah tutup.Namun lebih tepatnya minder.Menurutku banyak konsekuensi negative yang harus aku tanggunng jika setiap pulang sekolah semua teman-teman melihatku memakai sepeda butut itu.Aku tak tau akan ku taruh di mana mukaku jika semua teman-temanku mengidentikkan aku dengan sepeda butut merah.Atau hal yang paling menyakitkan adalah penolakan dari beberapa kelompok siswa terhadap siswa lainnya yang hanya karena perbedaan status sosial,sebuah persepsi dari semua orang yang mengkotak-kotakkan status sosial hanya karena bagus atau tidaknya kendaraan yang dimilikinya .Dan aku tidak siap mental untuk itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     * * *&lt;br /&gt; Siang itu tidak biasanya,Hera teman sebangkuku mengajak jajan di warung sekolah.Untuk saat ini aku bisa bernafas lega karena dikantong masih ada uang yang cukup untuk beli semangkok bakso.Hera cerita ke aku kalo jajannya tiap hari hanya cukup untuk beli semangkok bakso dan segelas minuman.&lt;br /&gt;”Ah yang bener Ra”.cerocosku tak percaya.(Kamu kan geng anak borju pikirku keheranan dalam hati).Matanya yang hitam dibalut bulu mata lentik itu menatapku.&lt;br /&gt;”ya gitu deh.”ujarnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“kalo kamu?”&lt;br /&gt;“Kalo aku,yakh kalo punya uang saja jajan.Tapi aku selalu sarapan kok”.jawabku sambil tersenyum pula.&lt;br /&gt;Akhirnya hari ini bisa berubah juga. aku punya teman seorang yang baik.Namanya Herawati dia seorang model yang cantik tapi sederhana.Dialah yang akhirnya mengajakku bergaul dengan anak-anak borjuis.Tapi sepertinya badai dihatiku belum reda aku masih merasa risi bergaul dengan mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     * * *&lt;br /&gt;Minggu pagi saat les di LBB.&lt;br /&gt;Hari ini pelajaran yang jadualkan adalah matematika.Awalnya pelajaran berlangsung seperti biasa.Tiba-tiba mentor di sela-sela materi yang diberikan dengan semangat perang badar menjelaskan tentanng jilbab.&lt;br /&gt;“Coba sampean lihat di surat An- Nur ayat 31.Disitu Allah menjelaskan tentang kewajiban wanita menutup aurotnya.Dan aurot wanita itu adalah…”&lt;br /&gt;Kata-katanya yang berlogat jawa kental itu menohokku dengan sukses.Aku tersinggung mukaku merah padam mendengarnya. Entah kenapa kata-katanya seolah hanya ditujukan kepadaku saja.Aku sih sepakat dengan pemakaian jilbab namun sekali lagi duhai kaum Adam (karena mentorku tadi seorang ikhwan) tidakkah kau tau apa konsekuensi memakai baju itu!Bagi perempuan jilbab tidaklah sekedar pakaian yang menutup seluruh kulit namun lebih dari itu Jilbab merupakan simbol Akhlakul karimah.Sedang aku prestasi akademis saja menghawatirkan,sedangkan yang ku tau Islam mengajarkan untuk menjadi seorang manusia yang super.Seperti Khadijah yang mengorbankan harta kekayaannya untuk mendukung perjuangan Rasulullah dan kaum muslim yang tertindas saat itu.Atau seperti Fatimah Az Zahro yang mempunyai keluhuran budi yang sangat tinggi.Atau bahkan seperti Aisyah dengan kecerdasan intelektualnnya mungkin juga bisa jadi seperti Zaenab Al Ghhozali seorang muslimah perkasa yang dengan gagah berani melawann tirani Gamal Abdul Naser,hingga harus menanggung siksa dan derita di dalam penjara.Sanggupkah aku?Begitulah pikirku tentang kesiapanku berjilbab saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     * * *&lt;br /&gt;“Tara…surprise!”&lt;br /&gt;Pagi yang heboh.Hari ini Hera membuat kejutan.cewek cantik itu membalut kulit putih nya dengan jilbab!Lagi2 aku dibuatnya heran.Begitu juga dengan teman2.Kenapa Hera tiba2 berubah drastis begitu.Jilbab itu! aku masih tak mengerti?&lt;br /&gt;Oh God,apalah yang tidak dimiliki Hera.Kecantikan,banyak teman,dan kini kesadaran untuk berubah.&lt;br /&gt;Bangku-bangku kelasku yang dekil jadi saksi bisu kami saat ia memberiku sebuah bungkusan.&lt;br /&gt;”Rika maafkan aku,dulu aku menyuruhmu untuk berdandan gaul aku menyesal Ka.Oleh karena itu sebagai tanda maafku terimalah jilbab ini.Aku tau kamu juga menginginkannya kan!”.&lt;br /&gt;Mataku berbinar,satu stel seragam panjang berpindah dari tangan Rika ke tanganku.Ya,keinginanku memakai jilbab berawal dari mendapat sindiran  kakak mentor kemarin dan motifasi dari teman2ku di ROHIS Akhirnya aku sadar bahwa kebenaran itu memang harus dikatakan walaupun pahit rasanya.&lt;br /&gt;“Makasih,Ra”.Mata kami saling berpandangan kemudian kami tertawa berdua serasa saat itu kami terbang melesat kearah cahaya,ya cahaya hidayahNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Mushola kecil di sudut sekolah.Adalah tempat dimana kutemukan terang pada sudut hatiku yang gemuruh&lt;br /&gt;Kulihat disana sosok2 sederhna itu tersenyum.Mereka tidak membawa hp-untuk dipamerkan,mereka tidak membawa ninja untuk disombongkan.Kini aku tak perlu menunggu gerbang sekolah sepi saat akan menggambil sepeda.Bahkan aku bisa merasakan langit siang yang indah saat harus berebut keluar gerbang dengan siswa-siswa lainnya.Langit siang saksikanlah aku tak peduli semua orang tau tentang sepeda buntut ku,tentang sepatu lusuhku,tentang ‘kantong keringku’.Karena ini semua adalah pemberian terindah dari Allah untukku.Sesungguhnya yang dinilai Allah hanya dari ketakwaan hamba-Nya.Dan kini Allah pun menganugrahiku teman-teman yang hatinya selalu terpaut di Masjid.&lt;br /&gt;Pada bening mata mereka menawarkan sebuah ketulusan.dan ketulusan itu sepeti warna-warna indah pelangi yang membelah langit sore hatiku.&lt;br /&gt;Merekalah pelangi itu yang telah menghapus badai di hatiku .Adakah pelangi ini bisa dibeli dengan banyak materi?tentu saja takkan pernah bisa!                                                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-4256041037506777919?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/4256041037506777919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=4256041037506777919' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/4256041037506777919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/4256041037506777919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2007/10/hijrah-ke-pelangi.html' title='HIJRAH KE PELANGI'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-2107846546015574719</id><published>2007-10-10T07:08:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T07:10:48.572-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>......................</title><content type='html'>HANYA SUARA HUJAN YANG KUNANTI&lt;br /&gt;BUKAN SUARA KATAK&lt;br /&gt;KARNA TAK KAN BISA KUTEMUI SUARA KATAK LAGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MUSIK ALAM TELAH PERGI&lt;br /&gt;KEMANA SUARA KATAK YANG BERNYANYI&lt;br /&gt;KEMANA SUARA JANGKRIK YANG MENGERIK&lt;br /&gt;KEMANA KICAUAN BURUNG YANG MENGALUN&lt;br /&gt;DIMANA WANGI  O2 YANG PERGI&lt;br /&gt;KEMBALIKAN !&lt;br /&gt;KEMBALIKAN PADAKU !&lt;br /&gt;KARNA KURINDU&lt;br /&gt;KARNA KUBUTUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERKURUNG DALAM ISTANA YANG KOKOH&lt;br /&gt;MENGGEMA SUARA MUSIK&lt;br /&gt;SLOW ROCK,HIB-HOB,POP,ROCK,DANGDUT&lt;br /&gt;MENGGETARKAN GENDANG TELINGA BUMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERKURUNG DALAM ISTANA YANG KOKOH&lt;br /&gt;LELAP OLEH DINGINYA AC&lt;br /&gt;TERTAWAN LEZATNYA LEMAK KOLESTEROL&lt;br /&gt;TERPASUNG CAHAYA LASER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETIAP SAAT KU BERPIJAK&lt;br /&gt;TERBENAMKAN HABITAT RUMPUT2 DALAM HENING ASPAL&lt;br /&gt;SEMENTARA&lt;br /&gt;KAMBING,KERBAU,SAPI  MENETESKAN LIUR&lt;br /&gt;MENGUSAP AIR MATA&lt;br /&gt;BENCI! SEPERTI DIRIKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENTARI YANG MAKIN TERIK SINARNYA MENGHUJAMI TUBUHKU&lt;br /&gt;NAMUN TERHALANG TABIR SURYA DI PIPIKU&lt;br /&gt;MEMBAKAR KULITKU YANG TERLABUR HAND BODY&lt;br /&gt;SEMENTARA TANAH DIPERKOSA BOTOL2 BEKAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AIR MATA TUMPAH BERSAMA POHON,BINATANG,RUMPUT DAN NURANI&lt;br /&gt;SEMENTARA SETIAP DETIK TANGAN2 MEREKA MEMBUNUHI BUMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LARI !&lt;br /&gt;RINDU…&lt;br /&gt;KACAU…&lt;br /&gt;TERLENA…&lt;br /&gt;TERPEKUR!&lt;br /&gt;TERTIDUR…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY: KANIA POETRY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-2107846546015574719?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/2107846546015574719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=2107846546015574719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/2107846546015574719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/2107846546015574719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2007/10/blog-post.html' title='......................'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-4384142395733893212</id><published>2007-10-10T06:59:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T07:08:10.405-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Us'/><title type='text'>SEBUAH AWAL DARI LAHIRNYA SEKUMPULAN GORESAN PENA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/RwzcZSQtQ2I/AAAAAAAAAAU/2yXNSZfD_kE/s1600-h/fitri.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 77px; height: 99px;" src="http://bp0.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/RwzcZSQtQ2I/AAAAAAAAAAU/2yXNSZfD_kE/s320/fitri.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119709203370165090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ASSALAMU’ALAIM Wr.Wb.&lt;br /&gt;ALHAMDULILAH,Akhirnya saya sampaikan dengan ketulusan sepenuh hati kepada Allah Robbul A’lamin. Karena saya pribadi telah diberikan kemudahan untuk menorehkan tinta lewat FLP yang kini bisa tertuang pula di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak terlupa awal bersatunya mimpi2 untuk mewujudkan sebuah wadah kepenulisan (FLP) adalah ketika perjumpaan tak terdugaku dengan seorang ‘akhowat’,mbak Evi.Aactualy we have same dreams and course same talent too,that’s WRITTING.&lt;br /&gt;Benih2 semangat itu makin tumbuh dan bersemi ketika kami berdua menghadiri undangan MUSWIL FLP di Gresik.Menulislah walau satu kata ,maka FLP akan menghargainya meskipun itu sebuah kata ‘Bismillahirrohmanirrohim’ begitulah vitamin semangat yang diberikan pak Irfan Hidayatullah ketum FLP kepada para penulis yang hadir saat itu.Berkumpulnya para penulis dari berbagai daerah dan latar belakang pun memberikan aura tersendiri bagi kami dan saya khususnya.&lt;br /&gt;Dan singkat cerita beberapa bulan kemudian dengan rahmat Allah SWT lahirlah ke dunia ini sesosok bayi mungil yang cantik diberi nama FLP cabang Mojokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kepingan puzzle dari ratusan keeping yang lain itu adalah saya.&lt;br /&gt; It’s me.I’ve simple call name it’s FITRI.&lt;br /&gt;Selain menulis hobi yang lain adalah membaca dan corat-coret.Menjadi bagian dari sebuah komunitas FLP bagi saya adalah seperti dreams come true.Yup,dari Annida saya tau FLP dan mupeng banget pengen ikut gabung.Tapi aduhaiii.Mana mungkin karna saat itu saya masih anak sekolah 1 smaa...Sedangkan FLP saat itu masih nuun jauh di mato .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AND ALL ABOUT ME&lt;br /&gt;Terlahir dan di besarkan di sebuah tempat terindah dari sudut bumi.Arek Mojokerto asli yang hobi makan nasi rawon (tapi itu pas masih kecil lho ).Hal lain yang patut  saya syukuri adalah I’ve got great family and amazing friends.Tanpa mereka saya bukan apa2 dan tanpa mereka saya tak kan bisa menjadi berarti.&lt;br /&gt;Tak lupa saya sampaikan penghargaan dan rasa terimakasih kepada sahabat2 yang mau berbagi dan menjadi cermin bagi saya.Begitu banyak memori dan kenangan yang semua itu menjadi semangat dan inspirasi saya untuk terus menulis.&lt;br /&gt;Kepada semua sodaraku di jalan cita2 dan jalan mimpi yang sama kita adalah hal terindah yang Allah telah hadirkan kepada tanah tumpah darah ini,semoga Allah selalu meridhoi kita atas segala kisah/tinta yang telah kita torehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                  Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FITRIA KURNIA FATMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-4384142395733893212?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/4384142395733893212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=4384142395733893212' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/4384142395733893212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/4384142395733893212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2007/10/sebuah-awal-dari-lahirnya-sekumpulan.html' title='SEBUAH AWAL DARI LAHIRNYA SEKUMPULAN GORESAN PENA'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/RwzcZSQtQ2I/AAAAAAAAAAU/2yXNSZfD_kE/s72-c/fitri.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6482680170778217152.post-1024356691830870781</id><published>2007-09-16T06:22:00.000-07:00</published><updated>2007-09-16T06:23:43.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>salam tuk semua</title><content type='html'>ini masa uji coba dari blog Forum lingkar pena mojokerto, jadi cukup dimaklumi adanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6482680170778217152-1024356691830870781?l=flp-mojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/feeds/1024356691830870781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6482680170778217152&amp;postID=1024356691830870781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/1024356691830870781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6482680170778217152/posts/default/1024356691830870781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flp-mojokerto.blogspot.com/2007/09/salam-tuk-semua.html' title='salam tuk semua'/><author><name>FLP Mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03528210582678908668</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://bp1.blogger.com/_-L4Z5Uw4aRw/R5cTe-RdmSI/AAAAAAAAAAo/EC2KRh9fvn0/S220/FLP_mojokerto.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
